Kamis, Desember 2, 2021

Membawa Berkah, Pohon Meihua Hiasi Imlek

Baca selanjutnya

Romo Sun Lie terlihat sedang menghias Pohon Meihua untuk perayaan Imlek karena dianggap membawa berkah, Kamis (30/01/2014).
Romo Sun Lie terlihat sedang menghias Pohon Meihua untuk perayaan Imlek karena dianggap membawa berkah, Kamis (30/01/2014).

kupasbengkulu.com – Pohon Meihua adalah salah satu ornamen yang tak pernah ketinggalan saat Tahun Baru Imlek tiba. Selain dijadikan hiasan, bagi masyarakat Thionghoa, pohon Meihua dianggap sebagai lambang harapan, keuletan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Di Cina, pohon Meihua juga digunakan sebagai perlambang menyambut musim semi. Namun bukan hanya di Cina saja, bahkan masyarakat Thionghoa di Kota Bengkulu juga memajang hiasan pohon Meihua di rumah maupun tempat ibadah. Seperti halnya di Vihara Buddhayana, Kampung Cina, sudah jauh-jauh hari pengurus vihara tersebut menghias pohon Meihua dengan berbagai ornamen khas Imlek.

“Kalau sekarang pohon Meihua hanya dipakai hiasan saja, biasanya untuk meletakkan angpao. Kenapa disebut bawa berkah, mungkin karena di dalam angpao tersebut berisi uang. Dengan catatan angpao hanya boleh diberikan kepada yang belum menikah,” terang Romo Sun Lie, Pendeta Vihara Buddhayana, saat ditemui pada Kamis (30/01/2014).

Dikutip dari berbagai sumber, dikisahkan dua kakak beradik Da Jui dan Da Shou yang memiliki sifat bertolak belakang.Da Jui yang serakah berupaya menguasai harta adiknya dengan cara mengusirnya. Ia memberi si adik bagian harta yang sedikit, yakni 3 rumah sederhana, 10 hektare sawah tandus, seekor anjing dan kambing. Karena sifat buruknya itu, lama-kelamaan harta Da Jui menipis. Bahkan keledai dan kuda pun dijual untuk membeli bahan makanan.

Da Shou dan keluarganya tetap berupaya bekerja keras. Dengan dibantu anjing dan kambingnya, ia mengerjakan sawah dengan tekun. Akhirnya hasil mereka berlimpah dan memiliki banyak cadangan makanan untuk musim dingin.

Melihat kesuksesan Da Shou, timbul niat jahat Da Jui untuk membunuh anjing dan kambing adiknya itu. Kedua hewan itu mati setelah makanannya ditaburi racun. Tentu saja keluarga Da Shou berduka. Lalu kedua hewan itu dimakamkan di pekarangan belakang rumah mereka.

Ketika memasuki musim semi tahun kedua, di atas makam tersebut tumbuh dua batang pohon kecil. Satu dari pohon tersebut bisa menghasilkan emas, sedangkan batang yang lain menghasilkan perak. Sejak itu kehidupan Da Shou menjadi makmur. Dan saat itu pula masyarakat Thionghoa percaya pohon Meihua mendatangkan berkah dalam kehidupan mereka. (val)

Presiden RI Keluarkan Kebijakan Segera Belanjakan TKDD 2022

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)...

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Kemenaker RI akan Bangun UPTP di Bengkulu

Kupas News – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI akan membangun Balai Pelatihan Kerja (BLK) Pusat di Bengkulu. Hal ini merupakan program transformasi BLK menjadi Unit...

Polres Bengkulu Tangkap Pelaku Begal yang Terjadi di 3 Titik

Kupas News – Gabungan Opsnal Polres Bengkulu di back up anggota polsek Gading Cempaka dan anggota jatanras Polda Bengkulu melakukan penangkapan pelaku tindak pidana...

YPIB Dorong Integritas Semangat Gotong Royong dan Pendidikan Berkarakter

Kupas News - Revolusi mental merupakan salah satu cara kebijakan Pemerintahan Jokowi-Maaruf dalam mengusung visi besar Indonesia Maju. Melalui Kementerian PMK visi itu diterjemahkan...

Terbaru