Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid.

Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid.

Kepahiang, Kupasbengkulu.com –  Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang)  terkesan  ceremonial dan menguntungkan segelintir orang saja.  Ini dinilai dari realisasi pembangunan, yang sebagai besar bukan merupaksan aspirasi masyarakat.

“Musrenbang terkesan hanya ceremonial saja. Aspirasi yang dijaring dalam Musrenbang, tidak pernah direalisasikan. Ini terkesan menguntungkan segelintir orang,” jelas  Bupati Kepahiang,  Hidayatullah Sjahid, pada Senin (22/2/2016).

Musrebang dapat dimaknai dengan beberapa azas, seperti demokratis, aspirasi, transparan, kebersamaan dan keterbukaan. Dengan demikian, Musrenbang sebagai arah dalam pembangunan.

“Ini malah mengakomodir aspirasi dadakan. Kedepan, setiap SKPD harus lebih cermat dalam memperhatikan delapan kecamatan, 120 desa dan 12 Kelurahan. Usulan masyarakat itu termasuk skala prioritas pembangunan suata daerah,” imbuhnya.

Atas hal itu, Kepala Bappeda Kepahiang, RA Denni mengaku sudah menjadi persoalan dalam Musrenbang. Hasil Musrenbang kerap menghilang ditengah perjalanan. ” Memang menjadi persoalan. Dalam pembahasan anggaran,  hasil Musrenbang malah menghilang dalam perjalanan,” kata Denni.(slo)