Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah

Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu,Junaidi Hamsyah sekeluarga, beserta wakilnya, Sultan Bachtiar Najamudin, menunaikan salat Idul Fitri di Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu.

Lepas salat yang dipimpin imam Rusli M. Daud, Gubernur yang juga berlaku sebagai khatib memberikan khotbah beberapa hal dalam membangun Provinsi Bengkulu, salah satunya dengan menyukseskan Pilkada bersih dan jujur.

“Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Banyak yang menganggap Idul Fitri ini sebagai puncak ibadah. Jangan sampai puncak ini menjadi akhir, setelah Idul Fitri masjid malah sepi dan kebiasaan ibadah selama Ramadhan tidak dilaksanakan lagi,” pesan Gubernur usai melakukan salat, Jumat (17/07/2015).

Hal kedua adalah terkait Pilkada. Menyukseskan Pilkada yang bersih dan jujur juga merupakan salah satu upaya dalam membangun Provinsi Bengkulu. Dirinya berharap agar Pilkada yang dilaksanakan bulan Desember mendatang dapat berjalan dengan lancar dan memilih pemimpin yang amanah sehingga pembangunan di Provinsi Bengkulu semakin baik.

Saat memanjatkan doa, Gubernur tampak menitikkan air mata haru. Hal ini kemudian membuat ribuan jamaah lainnya ikut tersedu. Bukan tanpa alasan, Gubernur menangis karena mengenang kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia, bahkan belum sempat menemani beliau di puncak kesuksesannya kini.

“Orang tua saya meninggal sebelum saya jadi PNS. Saat saya sudah di puncak kesuksesan, mereka sudah tidak ada. Itu yang membuat saya ingin menangis,” katanya.

Di samping itu, bencana dahyat yang terjadi di Provinsi Bengkulu tahun 2000 dan 2007 lalu tampaknya masih menyisakan ‘PR’ pembangunan bagi pemerintah. Dia berharap tak ada lagi bencana besar yang terjadi di negeri ini sehingga Provinsi Bengkulu dapat segera mengejar ketertinggalan dari daerah lain, khususnya dalam hal pembangunan infrastruktur.

“Terakhir, saya juga ingin mengingatkan kepada masyarakat yang berkunjung ke Pantai Panjang agar tidak mandi di titik-titik yang dilarang. Kita tahu setiap liburan Idul Fitri, lebih dari 10 ribu orang berkunjung ke sana dan setiap tahun biasanya menelan korban jiwa. Jangan sampai moment sukacita berganti dengan dukacita karena kecerobohan kita,” demikian Junaidi. (val)