HUT Kota Bengkulu Berlangsung, meskipun sempat terjadi insiden.

HUT Kota Bengkulu berlangsung meriah, meskipun sempat terjadi insiden.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Pawai budaya dalam rangkai HUT Kota Bengkulu ke-297 terjadi insiden diluar kendali panitia. Ismail (65 tahun) warga Sukamerindu Kota Bengkulu menghadap Illahi usai terseret sapi.

Tragedi duka ini membuat pemerintahan kota Bengkulu ikut bela sungkawa sedalam-dalamnya, akibat gerobak sapi yang dibawa mendiang Ismail yang berpatisipasi dalam pawai budaya, bertema “Bengkulu Tempo Dulu” ngamuk hingga Ismail luka dan kecapaian.

Plangkin (Gerobak sapi)  yang ditunggang mendiang Ismail bersama kedua cucunya, kaget saat tiba di depan Gedung Diknas Provinsi Bengkulu. Sapi mengamuk dan menarik kuat gerobak yang dibawa mendiang Ismail, akibatnya ia terhimpit gerobak miliknya hingga nafasnya terengah-engah hingga dilarikan ke RSUD Kota Bengkulu.

Sumbangsi mendiang Ismail tentunya perlu mendapat apresisasi. Kabag Humas Kota Bengkulu, Salahunddiin Yahya, Sabtu, (12/03/2016) mengatakan, Pemerintah Kota Bengkulu akan bertanggungjawab dalam insiden ini. Semua biaya, baik korban jiwa maupun luka-luka, sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah Kota Bengkulu.

Semangat mendiang Ismail harus di apresiasi tinggi, karena walaupun kondisinya sudah umur, mendiang dapat berpartisipasi dalam perayaan HUT kota Bengkulu tercinta ini.

“Memberikan apresiasi yang tinggi kepada almarhum Ismail yang ikut serta dalam Festival Budaya Bengkulu Tempo Dulu, meski telah berusia senja,” ujar Salahuddin.

Keluarga besar almarhum saat di sambangi pemerintah Kota Bengkulu, merasa iklas dan menerima atas kejadian ini, dan itu merupakan takdir.

“Atas sumbangsihnya itu, seluruh biaya pengobatan almarhum Ismail, dan luka saat dirawat di RSUD Kota Bengkulu, sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kota. Anak-anak Ismail yang masih sekolah juga diberikan beasiswa oleh pemerintah Kota Bengkulu,” jelas Salahunddin (adv/Cr3)