KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Terkait keberadaan aset milik pemerintah kota (pemkot) Bengkulu, saat ini tim inventarisasi masih terus melakukan Pendataan. Pasalnya, banyak aset yang terasa diabaikan, sehingga Pemkot perlu melaporkan aset tersebut.

Wakil Walikota Patriana Sosialinda, bahwa Pemkot tidak mengabaikan sejumlah aset seperti yang disangkakan beberapa pihak. Sejauh ini sudah empat kali menggelar rapat membahas soal aset termasuk soal legalitas, kondisi barang atau aset.

“Tempatnya bagaimana itu juga kita bahas, dari ini semua ketika sudah rapi maka terjawab semua soal dari temuan BPK, saat ini seluruh skpd kita kumpulkan, kita terus melakukan monitoring,evaluasi dan hasilnya kita carikan solusi.kita sudah melakukan pertemuan keempat kalinya,” kata Wawali.

Rapat soal aset ini bukan sekedar menjawab temuan BPK, tapi lebih kepada pemetaan aset yang ada, setelah sudah terpetakan maka diyakininya akan terjawab dengan sendirinya. Diapun tidak mempermasalah ada pihak-pihak yang juga peduli dengan keberadaan aset.

“Ya tidak apa-apa, jika ada data dari teman-teman tentang keberadaan aset, bisa sharing ke kita. Setiap kali sudah rapat, beberapa waktu kemudian kita kembali mengontrol,progres dan dicarikan solusi,” tambahnya.

Dijelaskan bahwa beberapa temuan di lapangan didapat ternyata aset yang tercatat dua kali di lain SKPD. ketika nanti semua sudah tuntas, maka endingnya nanti disampaikan lagi laporan lagi ke BPK.

“Jadinya terkesan ada dua barang atau aset, padahal cuma satu. Hal itu lumrah terjadi, karena kita mendata aset-aset lama, yang mungkin dulunya sudah serah terima ke SKPD lain tapi data yang ada saat ini masih di SKPD yang lama, seolah aset itu hilang padahal masih ada, hal-hal seperti itulah yang harus dirapikan,” jelasnya.(dex)