Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu saat ini mendesak Dinas Pariwisata Kota Bengkulu untuk mendesak Dinas Pariwisata Kota Bengkulu untuk menyediakan PAD Kota Bengkulu dikawasan Panta Panjang Kota Bengkulu. Akan tetapi dalam waktu dekat ini, Dinas Pariwisata telah menyiapkan dua investor lokal untuk menjalani bisnis di kawasan Pantai Panjang.

Desakan ini dari Komisi II DPRD Kota Bengkulu yang meminta Dinas Pariwisata agar mempercepat melakukan pembanguanan seperti awning dan kios-kios yang ada di Pantai Panjang Kota Bengkulu. Karena saat ini, PAD Kota Bengkulu di Pantai Panjang masih sangat sedikit.

“Potensi Pantai Panjang PAD-nya masih sangat kecil, secara pribadi saya begini, banyak aset, kios-kios dan awning perlu ditata dan dibangun agar banyak pemasukan. Dan kami mendesak Pariwisata untuk memberikan pendapatan,” ungkap anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Wien Zafira Ruslan.

Akan tetapi ditanggapi pihak Dinas Pariwisata, saat ini masih melakukan penataan kembali awnig maupun kios-kios yang ada di Pantai Panjang. Namun, dalam pembangunan tersebut pihaknya belum bisa memastikan sudah siap, sebab yang berwenang dalam melakukan pembanguanan tersebut yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Pihaknya sendiri akan berpuaya untuk menyampaikan hal ini kepada PU serta kepada pihak yang terkait lainnya. sehingga, pembanguanan serta aset yang didapat nantinya bisa terbuka tanpa cela apapun baik pihak Dinas Pariwisata maupun pihak yang lain.

“Ya kita sedang tata kembali kita. Kemarin kendala kita masih rasakan di dekat masjid lama, sekarang masih bimbingan harus kita bicarakan dulu berapa jumlah aset yang masih ada, kita bicarakan kepada kadis PU, Aset, Bagian kerja sama semua kita akan hitung kembali berapa,” kata Kadis Pariwisata Kota Bengkulu, Bujang HR.

Setelah melakukan upaya tersebut, menurut Bujang ia akan menyiapakan investor asing maupun investor luar untuk memberikan PAD di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu. Maka dari pihaknya meminta agara secepanya pihak terkait bisa berkoodinasi dan melakukan pembanguanan lebih cepat.

“Pihak inverstor ada dua kemarin, investor tersebut dalam wilayah kita sendiri di Kota Bengkulu. Mereka dibidang kuliner. Kalau memang pihak luar kita akan hitung berapa dan bagaimana,” tegasnya.(dex)