aksi pemuda Bengkulu mendukung Pilkada jujur, adil dan bersih

aksi pemuda Bengkulu mendukung Pilkada jujur, adil dan bersih

kupasbengkulu.com – Puluhan pemuda Bengkulu mengatasnamakan “Aliansi Pemuda-Mahasiswa Peduli Pemilukada Bengkulu Bersih” menggelar aksi damai dengan melakukan longmarch dari masjid Jamik hingga Tugu Kuda Simpang Lima Kota Bengkulu.

Mereka melakukan aksinya sambil membawa spanduk-spanduk bertuliskan “KPU Harus Adil dan Jujur”, “Bengkulu Wujudkan Pemilukada Bersih dan Bermanfaat”, “Pemilukada Pembebasan Bukan Penjajahan”, dan masih banyak lagi.

Koordinator aksi, Ediono, mengatakan melihat perkembangan dan kondisi politik Bengkulu yang makin memanas dan berpotensi melahirkan konflik horizontal, pihaknya merasa prihatin atas kondisi Bengkulu saat ini.

“Kami ingin momentum Pilkada ini dapat menjadi pendidikan politik bagi masyarakat dan tidak terjebak pada Demokrasi Prosedural,” ujar Ediono, Senin (26/10/2015).

Adapun pernyataan sikap dari Aliansi Pemuda-Mahasiswa Peduli Pemilukada Bengkulu Bersih, antara lain mendesak kepada penyelenggara Pemilu untuk melaksanakan Pemilu secara jujur, adil, dan bermanfaat. Kemudian mereka juga mendesak kepada Bawaslu untuk bertindak lebih tegas dan pro aktif kepada pelaku pelanggar kampanye yang menjurus kepada fitnah dan provokatif.

“Kami mendesak kepada aarat keamanan untuk juga bertindak pro aktif dalam menjaga kenyamanan, keamanan, dan kemungkinan konflik horizontal antar masyarakat akibat provokasi berlebihan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, kepada para calon kepala daerah yang ikut serta dalam Pilkada serta tim suksesnya untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana Pilkada yang sehat, bermartabat dan santun.

“Kami mengajak segenap masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga rasa aman, nyaman, dan persaudaraan sesama warga Bengkulu,” lanjut Ediono.

Untuk mengakhiri aksi damai tersebut, para pemuda dan mahasiswa menggelar teaterikal bertema “Sampah Politik” agar mesyarakat menjauhkan diri dari politik uang dan tindakan kotor lainnya yang dianggap menodai kesucian demokrasi. (val)