Foto: Istimewa

Foto: Ilustrasi

 

Kota Bengkulu, Kupasbengkulu.com – Korban bisnis money game D4F atau Dream For Freedoom di Bengkulu kembali bertambah. Gunawan Soleh (53) warga Jalan Merapi 10 Kelurahan Tebeng Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, Jumat (01/04) melapor ke Polda Bengkulu, yang tertuang dalam LP-B/347/III/2015/Siaga SPKT II ini, terjadi pada bulan Juli 2015 lalu.

Dalam laporannya korban mengaku, saat itu dirinya memasukan modal sebesar Rp 200.200.000,- dalam bisnis tersebut. Dengan mengikuti bisnis ini korban berharap akan untung besar, namun hingga saat ini uang korban tak bertambah. Melihat uang korban tak berputar modal, sehingga korban mendatangi kantor D4F Bengkulu. Akan tetapi menurut salah satu anggota yang aktif disana mengatakan, uang milik korban tak dapat diambil kembali. Sehingga korban melaporkan hal ini ke Polda Bengkulu.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol M Ghufron, mengatakan Kepolisian Daerah Bengkulu telah memberikan imbauan terhadap masyarakat perihal ini, agar masyarakat tidak lekas percaya untuk memasukan modal ke bisnis money game ini.

“Saya sudah katakan, bisnis ini bukan perdagangan, bukan perbankan, saya sudah sampaikan siapa pun yang dirugikan lapor ke kita. Kerugiannya apa, kalau kerugian itu penipuan ya lapor saja. Kami sebagai penyidik Polri dengan senang hati menerima laporan dari korban, sehingga kami dapat mengetahui apa sebenarnya dream for freedom ini,” tegasnya.

Sebelumnya, peristiwa ini juga terjadi oleh salah satu anggota dewan Kota Bengkulu pada bulan Juni 2015 lalu. Anggota dewan tersebut merugi uang dengan sebesar Rp 60 juta, karena hingga kini uang tersebut tak kembali. (Bro)