pengunjung museum Bengkulu

pengunjung museum Bengkulu

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Pelajar asal Kota Bengkulu berbondong-bondong memadati Museum Negeri Bengkulu untuk menyaksikan pameran keliling biografi dua tokoh nasional H.O.S. Tjokroaminoto dan KH. Ahmad Dahlan, yang diselenggarakan Museum Kebangkitan Nasional 23-27 Februari 2016.

“Pameran keliling ini dilaksanakan tiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. Pertama kalinya di tahun 2016 digelar di Bengkulu. Tujuannya untuk memperkenalkan museum dan melestarikan sejarah bangsa guna memupuk persatuan dan kesatuan serta jati diri bangsa,” ujar Kepala Seksi Pengkajian Koleksi Museum Kebangkitan Nasional, Isnudi, Senin (22/02/2016).

Pameran biografi dua tokoh nasional ini, menurut Isnudi untuk memperlihatkan bagaimana benih-benih pergerakan nasional tumbuh di Indonesia.

“Dua sosok ini dipilih karena memiliki hubungan dengan sosok Soekarno, bapak Proklamator, yang juga mempunyai sejarah perjuangan di Bengkulu. Selain H.O.S Tjokroaminoto dan K.H Ahmad Dahlan, dalam pameran keliling di Bengkulu, kita juga hadirkan kisah pembuangan Soekarno di Bengkulu,” katanya.

Sementara itu, siswa kelas VII SMP Alkarim Bengkulu, Nurjannah, mengatakan ini adalah hari kedua dirinya menyaksikan pameran tersebut. Meski sudah pernah mempelajari sejarah kedua tokoh ini, dia mengaku sama sekali tidak mengenal keduanya.

Menurut Nurjannah, pameran ini sangat efektif untuk menambah pengetahuan tentang sejarah kebangsaan Indonesia.
“Sebelumnya saya tidak tahu, mungkin pernah belajar tapi tidak ingat. Melalui pameran ini saya merasa pengetahuan saya seputar sejarah bertambah,” pungkasnya.

Diceritakan pada tanggal 20 Mei 1908, pelajar School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau sekolah kedokteran bumi putera, mendirikan perkumpulan Boedi Oetomo, sebagai wadah untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.
Perkumpulan yang diketuai oleh Soetomo ini didaulat sebagai perkumpulan modern pertama di tanah air, karena sudah dilengkapi dengan susunan pengurus, anggaran dasar, dan anggaran rumah tangga.

Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, adalah salah satu pelopor pergerakan yang menjadi guru pemimpin-pemimpin pergerakan. Muso, Tan Malaka, Sukarno, Kartosuwiryo, dan tokoh lainnya pernah menimba ilmu kepadanya. Rumahnya menjadi tempat persemaian ideologi-ideologi pergerakan yang menjadi panduan dalam mewujudkan Indonesia merdeka.

Kemudian, ditampilkan juga sosok K.H. Ahmad Dahlan yang merupakan sosok yang berpikiran maju, terbuka, toleran, dan memegang teguh prinsip yang diyakini benar. Nilai-nilai keagamaan yang diajarkan kepada para muridnya dipraktekkan terlebih dahulu kepada dirinya sendiri. Banyak dana pribadi yang dikorbankan untuk kepentingan dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Keteladanannya menjadikan murid-muridnya tidak ragu untuk mendukung dan membesarkan perkumpulan Muhammadiyah.

Penulis : Valentina Alfarani