Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap.

Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap.

kupasbengkulu.com – Adanya temuan dari Panwaslu Kabupaten Seluma, di Desa Pandan di TPS I kertas suara DPRD Kabupaten Seluma Dapil I tertukar dengan Surat Suara DPRD Kabupaten Dapil III. Dari Bawaslu Provinsi Bengkulu, merekomendasi jika di TPS itu untuk digelar proses pemilu ulang.

Tertukarnya surat suara itu, dikatakan Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap mengatakan, sebanyak 9 surat suara. Meskipun 9 surat suara itu sudah mencorengi proses pemilu legislatif.

”Sesuai Surat Edaran KPU Pusat Nomor 306, jadi jika ada di TPS ada yang tertukar surat suara maka direkomendasikan untuk digelar pemungutan suara ulang,” kata Parsadaan, Kamis (10/4/2014).

Parsadaan mengatakan, meskipun surat suara yang tertukar hanya kecil, hal tersebut tetap saja mempengaruhi surat suara. Alasan pemungutan suara ulang, kata dia, di TPS bersangkutan surat suara sudah di coblos. Sehingga hal itu sudah menyalahi aturan atas kesalahan surat suara yang disalurkan ke TPS.

”Surat suara itu sudah di coblos, sementara bukan Dapil nya. Makanya itu di TPS itu direkomendasikan pemungutan ulang. Sejauh ini baru di Seluma yang surat suaranya tertukar, sementara untuk kabupaten lainnya kita belum menerima laporan,” jelas Parsadaan.

Disisi lain, lanjut Parsadaan, temuan terbaru yang menonjol dari Panwaslu Kabupaten Seluma, terkait dugaan keterlibatan salah seorang kades di Kabupaten Seluma diduga menjadi fasilitasi kampanye salah satu Calon Legislatif (Caleg). Saat ini, tambah Parsadaan, dari Panwaslu Seluma telah menggelar perkara di Gakkumdu dan akan masuk ke ranah penyidikan.

”Ada oknum kades di Seluma yang diduga terlibat menjadi fasilitasi salah seorang caleg, sekarang prosesnya terus berjalan,” demikian Parsadaan.

Sementara itu, untuk temuan di kabupaten/kota temuan dari Panwaslu masih dilakukan perekapan secara keseluruhan. Sayangnya, dari laporan temuan, dari Kabupaten Lebong, Bengkulu Selatan dan Bengkulu sama sekali belum ada memberikan informasi terkait temuan saat pelaksanaan pemilu.(gie)