fauzi

Fauzi Nugroho

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, Fauzi Nugroho, mengungkapkan posisi Bank Bengkulu sebetulnya sangat “cantik” dengan potensi luar biasa, yang saat ini tengah berupaya meningkatkan modal inti menjadi Rp 1 Triliun sebelum tahun 2016. Hal ini dilakukan untuk memenuhi peraturan Bank Indonesia. Jika ini tidak tercapai, maka tidak menutup kemungkinan Bank Bengkulu akan merger atau akuisisi.

“Modal inti Rp 1 Triliun ini wajib dipenuhi pada pertengahan Juni 2016 dengan peraturan Bank Indonesia, sehingga kalau bank tidak bisa memenuhi, maka bank menjadi Bank Buku I. Kalau Buku I banyak larangannya, kewenangan sangat terbatas, hanya berkecimpung di Provinsi saja. Artinya saat ini adalah penguatan, kalau tidak merger berarti akuisisi. Keputusan itu yang harus diambil pemegang saham, dalam hal ini Gubernur sebagai pengendali.,” ujar Fauzi, Selasa (11/11/2014).

Diungkapkan Fauzi, pihaknya sebagai lembaga yang mengerti betul tentang ini, memastikan industri Bank Bengkulu yang merupakan bank daerah bisa masuk menjadi Bank Buku II (modal inti di atas Rp 1 Triliun). OJK mengapresiasi langkah Bank Bengkulu untuk menggelar ekspos kepada seluruh pemegang saham, sebagai upaya sehingga stakeholder bisa mengetahui ini sebagai bagian dari transparansi (Good Corporate Governance).

Tidak hanya itu, menurut Fauzi, langkah ini dilakukan untuk menyambut dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di tahun 2020 untuk perbankan, yang mana di tahun 2015 sudah masuk tenaga kerja dan industri lainnya. Namun melihat dari pemaparan Gubernur Bengkulu, terlihat bahwa pihaknya masih akan bertahan pada peningkatan modal inti melalui dana APBD, sehingga pihak pemegang saham akan maksimal dari sisi APBD.

“Nanti bertahap sampai pada akhirnya adalah IPO (Initial Public Offering-red). Kalau sudah IPO boleh saja OJK memproses, pemiliknya siapa, apakah penawaran terbatas, apakah masyarakat Bengkulu, atau dari luar, dan berapa persen akan dijual di bursa saham,” kata Fauzi.

Disebutkannya, Bank Bengkulu, Return on Equity (ROE)-nya 36 persen, dengan suku bunga deposito 7,5 persen.

“Ibaratnya kalau saya punya uang dan diperbolehkan, ada Rp 1 Triliun bisa masuk. Jadi dengan hitung-hitungan ini menarik. Saya katakan Bank Bengkulu adalah Small of Beautifull, bank ini cantik, dan siapa pun mau ‘meminangnya’. Tinggal pemegang saham memastikan agar bank ini terus jalan,” tegas Fauzi. (val)