Beranda LINGKUNGAN Protes Adipura, FPPB Gelar “Aksi Gunung Sampah”

Protes Adipura, FPPB Gelar “Aksi Gunung Sampah”

0
Aksi Gunung Sampah protes piala Adipura
Aksi Gunung Sampah protes piala Adipura
Aksi Gunung Sampah protes piala Adipura

kupasbengkulu.com – Koordinator Forum Peduli Pantai Bengkulu (FPPB), Oka Andreansyah mengungkapkan bahwa mewujudkan kota Bengkulu bersih itu tidak akan cukup hanya dengan himbauan saja. Pemerintah harus memfasilitasi masyarakat supaya dapat berpatisipasi mewujudkannya.

“Untuk mewujudkan Kota Bengkulu bersih, kita membutuhkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Namun, masyarakat akan sulit berpatisipasi jika tidak ada fasilitas dan sistem pengelolaan sampah yang memadai. Pemerintah jangan hanya menghimbau saja, karena menghimbau saja tidak akan membuat kota Bengkulu menjadi bersih,” ujar Oka.

Menurutnya, selain mengimbau juga harus ada aksi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan, misalnya, memberdayakan masyarakat melaui sosialisai dan pendidikan tentang kebersihan, memfasilitasi mereka melalui pengadaan tempat sampah yang memadai di setiap area publik, menyediakan petugas kebersihan yang bekerja setiap hari mengambil sampah di area publik, dan memberlakukan sistem pengelolan sampah yang lebih terpadu.

“Kami sebagai komunitas pecinta lingkungan tidak mungkin bisa berjalan sendiri mewujudkan lingkungan Bengkulu yang bersih. Harus ada sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan juga kami sebagai komunitas pecinta lingkungan,” pungkasnya, di sela-sela aksi massal membersihkan lingkungan pantai Jakat Bengkulu yang dinamakan “Aksi Gunung Sampah” (8/6/2014).

Aksi massal membersihkan pantai melibatkan 12 komunitas Pecinta lingkungan dan puluhan pengunjung di pantai Jakat. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, promosi keindahan pantai Bengkulu, sekaligus wujud protes terhadap “Piala Adipura”. 

Menurut Oka, perolehan piala Adipura Kota Bengkulu pada peringatan Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 April 2014 lalu dinilai kurang layak dan dianggap merupakan suatu kejanggalan. Perolehan piala Adipura masih sangat kontradiktif dengan kenyataan di lapangan, khususnya terhadap kebersihan lingkungan pantai yang merupakan primadona objek pariwisata di Bengkulu.

Kota Bengkulu memang sudah mendapat piala Adipura, namun kita jangan berbangga dulu. Kepada pemerintah dan segenap elemen masyarakat, kami berharap untuk kedepannya, pengelolaan kebersihan dan keindahan lingkungan harus ditangani lebih serius, supaya kedepannya kita benar-benar layak mendapatkan piala Adipura,” tandasnya. (cr2)