Bangunan tulisan Kepahiang Alami sudah tidak utuh dan lampu penerang tidak lagi menyala

Tulisan Kepahiang Alami sudah tidak utuh dan lampu tak lagi menyala

 

Kepahiang, kupasbengkulu.com – Kondisi bangunan identitas Kota Kepahiang yang berada di puncak bukit di wilayah Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, sudah sangat memperihatinkan. Anggota DPRD Kepahiang, Abdul Haris dalam menilai kondisi bangunan identitas (landmark) dengan tulisan Kepahiang Alami tersebut, sebagai pembiaran.

“Kondisi bangunan identitas Kota Kepahiang itu sudah sangat memperihatinkan. Dilihat dari kejauhan saja, tulisan Kepahiang Alami sudah tidak lagi utuh dan lampu sudah tidak tampak menyala lagi. Harusnya tidak dibiarkan saja oleh pihak pengelola atau yang bertanggung atas bangunan tersebut,” ungkap Haris.

Menurutnya, kondisi bangunan landmark yang terkesan dibiarkan saja oleh pihak pengelola, tidak semestinya terjadi mengingat adanya dana. Terlebih pembangunan landmark yang bertujuan untuk menarik perhatian wisatawan itu, sudah menguras dana hingga ratusan juta rupiah.

” Pembangunan kembali tulisan Kepahiang Alami pada tahun 2014 lalu, telah menguras anggaran hingga ratusan juta rupiah. Jadi sangat kita sayangkan jika bangunan itu dibiarkan saja rusak hingga tidak berbentuk seperti awalnya,” sesal Haris.

Haris mengaku belum mengetahui secara persis tentang status lahan yang menjadi tempat berdirinya bangunan landmark yang bertuliskan Kepahiang Alami tersebut.

“Tentang aset lahan ini akan kita telusuri. Pastinya, aset negara tidak diperbolehkan dibangun diatas lahan milik pribadi,” kata Haris.(slo)