Pondasi Jembatan Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, dengan Desa Penago, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, nyaris ambruk setelah diterjang banjir muara akibat hujan deras semalaman, Minggu (5/4/2026).

Kerusakan terlihat pada bagian pondasi jembatan yang dicat merah putih. Struktur penyangga tampak tergerus arus deras luapan air muara, sehingga menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi ambruknya jembatan tersebut.

Salah seorang warga Desa Rawa Indah, Andi Wijaya, mengatakan derasnya arus air saat banjir menyebabkan pondasi jembatan mengalami pengikisan cukup parah.

“Pondasi jembatan sudah tergerus. Kami khawatir akan ambruk kami minta pemerintah segera memperbaiki karena ini akses penting bagi warga,” ujar Andi.

Ia menambahkan, jembatan tersebut merupakan jalur utama yang digunakan masyarakat setempat untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk akses perekonomian dan transportasi antarwilayah.

“Kami harap Pak Gubernur Helmi Hasan, segera bertindak melihat secara langsung bagaimana kondisi jembatan ini. Sangat disayangkan baru setahun dibangun, jembatan sudah rusak pada bagian pondasinya sehingga dikhawatirkan ambruk,” tambahnya.

Ironisnya, jembatan dengan nilai anggaran sekitar Rp 16 miliar itu diketahui baru dibangun diresmikan 2 bulan lalu, Kamis, (/7/2/2026. Peresmian dilakukan langsung Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Jembatan Matan sendiri merupakan akses vital bagi masyarakat di pesisir barat Seluma. Jembatan ini dibangun melalui anggaran hibah pasca-bencana, Hibah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tahun Anggaran 2024 dengan nilai mencapai Rp 16 Miliar.