sisten I Pemkab Bengkulu Tengah, Zamzami Syafei

kupasbengkulu.com – Warga kecamatan Taba Penanjung dan Karang Tinggi  tidak tahan lagi dengan pemadaman bergilir yang hampir setiap hari terjadi di kedua wilayah ini. Hal ini diakui oleh Camat Taba Penanjung, Sukmala Dewi pada kupasbengkulu.com.

Ia menyatakan dan mendengar bahwa penduduk diwilayahnya akan melakukan demonstrasi, apabila kondisi pemadaman listrik yang saban hari terjadi ini masih terus bertahan.

“Kebetulan, warga memang sudah gerah dengan keadaan ini, lama-kelamaan ditakutkan akan ada aksi demo yang besar-besaran, nantinya,”jelasnya.

Sayangnya, dari data yang dikumpulkan kupasbengkulu.com, sebenarnya letak kesalahan ini berada pada warga itu sendiri. Diketahui, aliran listrik yang mengaliri Bengkulu Tengah, masih sangat minim. Padahal, sumber listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Musi, berada sangat dekat dengan kabupaten ini. Masalahnya adalah belum adanya tower yang bertugas menerima listrik dari generator pusat, kemudian mengalirkannya keseluruh wilayah kabupaten ini.

Dari pihak Pemkab Bengkulu Tengah, Asistant 1, Zamzami Syafe’i menyatakan bahwa sebenarnya PLN Provinsi sudah menyiapkan seluruh hal untuk pembuatan tower tersebut. Rencananya, untuk pembangunan tower itu, pemerintah dan PLN akan bekerja sama membebaskan lahan warga di dua kecamatan tersebut. Namun, harga yang diminta warga justru sangat tinggi, hampir Rp 60 juta, untuk satu areal tower.

“Karena itulah, listrik kita masih tidak stabil dan tegangan kecil, hasilnya, kantor Pemda ini saja sudah sering mati lampu, dampaknya, sudah berapa unit komputer kita yang rusak,”jelasnya. (vai)