anak-anak menikmati siaran TV

anak-anak menikmati siaran TV

kupasbengkulu.com– Kepala Desa Tanjung Raman, Kecamatan Taba penanjung, Bengkulu tengah, Sohandi mengungkapkan bahwa sejak listrik telah masuk di desa ini sejak dua bulan lalu, warganya bersuka cita sebab sudah bisa menikmati segala hal yang berhubungan dengan listrik sepuasnya.

“Desa ini sudah ada sejak zaman kemerdekaan dan jaraknya hanya sekitar 4 KM dari pinggir jalan besar tapi kami baru menikmati listrik dua bulan ini. Alhamdulillah akhirnya impian kami puluhan tahun dapat terwujud” ungkap dia kepada kupasbengkulu.com sabtu (20/9/2014) saat ditemui di rumahnya.

Menurutnya selama ini untuk penerangan kala malam, warga masih menggunakan lampu teplok, genset, atau listrik tenaga surya.

“Yang pakai lampu suka terkendala beli minyak tanah susah. Kalau genset biayanya mahal satu malam Rp 20 ribu. Sementara tenaga surya banyak yang dibawa ke kebun oleh warga” tambahnya.

Karenanya sejak listrik masuk ke desa yang dihuni 600 jiwa lebih ini, penduduk desa merasa senang. Meski tetap masih ada beberapa rumah yang belum siap memasang listrik karena beberapa kendala.

Kupasbengkulu.com berkunjung ke salah satu rumah warga dan melihat anak anak disana tampak riang berceloteh sambil menonton televisi.

“Kalau dulu nonton cuma malam. Kini bisa nonton, bisa beli kulkas dan ada air es” kata seorang bocah bernama Abdi.

Sohandi menambahkan meski telah menikmati listrik namun Desa ini masih banyak tertinggal. Ia berharap agar pembangunan di Bengkulu tengah merata. (qef)