pinang

Zainuri (50)

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Zainuri (50) terlihat cekatan membelah pinang tua di belakang rumah sederhanya yang terletak di Desa Tengah Padang, Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah.

Pinang yang dibelah ia masukkan ke dalam keranjang anyam bambu yang disebut “Pane” lalu dibawa ke depan rumah untuk dijemur. Sesekali suami dari Rahima (42) ini menyeka keringat di pelipis dan jidatnya.

Lain waktu ia menggosok matanya dan mengusap usap kepala. Bola mata kanannya membengkak dan penglihatannya akan kelam jika merasa panas.

“Awal mula kena satu setengah tahun yang lalu. Waktu itu sedang cari batubara di sungai, karena gatal saya gosok gosok. Akhirnya jadi bengkak dan sakit. Setelah diperiksa kedokter katanya kena gangguan syaraf,” kata Zainuri, sambil duduk dan mengibaskan bajunya.

Gangguan yang parah di mata bapak 6 anak ini pernah paling lama terjadi 5 bulan lebih, dimana saat itu bola matanya seakan keluar dan berair terus. Penglihatannya berkunang dan kepala sangat sakit.

Selama itu ia hanya berobat seadanya. Beruntung akhirnya ia bisa kembali bekerja untuk keluarga. Meskipun pekerjaannya tak menentu namun sebagai kepala keluarga Zainuri bertekad untuk tetap mencari nafkah bagi anak isterinya.

“Kalau lagi sakit kepala serasa terbelah. Penglihatan jadi kelam . Tiap kena panas pasti begitu, mangkanya saya kalau hari panas saat bekerja saya sesekali berteduh. Karenakan tidak mungkin berhenti bekerja, sementara harus hidupi keluarga. Apalagi sekarang apa apa mahal. Apapun dikerjakan, mulai dari ngumpul pinang, jadi buruh saya kerjakan” lanjutnya.

Istrinya Rahima menceritakan bahwa suaminya adalah sosok pekerja keras dan sangat mencintai keluarga. Meski pernikahan mereka telah melewati ulang tahun perak, tak pernah sekalipun suaminya melepaskan tanggung jawab.

Bahkan saat 6 bulan tak berdaya karena gangguan pada matanya sangat parah Zainuri tetap mau bekerja namun ia larang. Zainuri telah mengajarkan kita bahwa tak ada alasan melepaskan tanggung jawab pada keluarga dengan selalu bekerja keras dan tak mengharapkan belas kasih orang lain.

Penulis : Evi Valendri, Kabupaten Bengkulu Tengah.