Syafewi

Syafewi

rejang lebong, kupasbengkulu.com – Terkait fenomena kesurupan massal yang menimpa sekolah-sekolah di Rejang Lebong, Wakil Bupati Rejang Lebong, Syafewi mengimbau sekolah untuk tidak mengikuti permintaan setan yang merasuk dalam tubuh siswanya. Karena, diketahui beberapa makhluk halus banyak memberi permintaan yang aneh-aneh pada sekolah tersebut.

“Jangan diikuti, yang minta sesajen, potong kerbau dan lain-lain,” ungkapnya pada kupasbengkulu.com, Rabu (11/2).

Selain itu, fenomena ini bisa jadi disebabkan karena siswa mengalami kekosongan diri. Hal tersebut bisa diantisipasi dengan cara menambah keimanan dan ketaqwaan siswa tersebut. Namun, hal tersebut adalah penanggulangan jangka panjang. Disetiap jam pelajarannya, guru diusahakan memulai pelajaran dengan doa dan begitu juga saat menutupnya.

“Kalau untuk penyelesaian jangka pendek, dengan cara memulangkan seluruh siswa yang tidak terkena, agar tidak tertular,”tegas Syafewi.

Sebelumnya, fenomena kesurupan seperti tak hentinya menerpa sekolah-sekolah di Rejang Lebong, setidaknya dalam 5 tahun terakhir. Teranyar, SMKS Idha Pariwisata kemudian dilanjutkan dengan SMPN 2 Curup Tengah. Kejadiannya nyaris serupa, dimulai dari seorang siswa kemudian menular hingga ke puluhan siswa. (vai)