teater keliling

teater keliling

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Teater keliling, berdiri di Jakarta 13 februari 1974 yang didirikan oleh Ir. Dery Syrna, Rudolf Puspa, Buyung Zasdar dan Paul Pangemanan. Teater keliling telah mementaskan 1.500 lakon di 33 provinsi di indonesia serta berkeliling ke negara Singapura, Malaysia,Thailand,Timor Leste, Pakistan,Korea Selatan,Mesir,Rumania dan Australia. Dan di akhir November ini, Provinsi Bengkulu mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu Provinsi yang dikunjungi oleh Teater Keliling .

Berteater tidak hanya berbicara naskah, tokoh, dan panggung, tapi juga berbicara nilai-nilai, dan pesan apa yang ingin disampaikan oleh masing-masing tokoh dan keseluruhan isi cerita. JAS MERAH adalah sebuah naskah teater yang ditulis oleh Rudolf Puspa dan yang dimainkan oleh Teater keliling.

Naskah Jas Merah bercerita tentang dialog imajiner antara tiga anak muda masa kini dengan tiga pahlawan yaitu Christina Marthatiahahu, RA Kartini dan Soekarno. Ketiga pahlawan bermaksud untuk mengingatkan kembali akan makna kemerdekaan dan perjuangan mereka untuk merebutnya hingga mengorbankan jiwa raga. Akankah semangat membela bangsa mampu mengalahkan watak dan pribadi penerus bangsa yang telah menggerogoti Ibu Pertiwi?

Teater keliling bekerjasama dengan LEMBAGA SENI KEDAI PROSES untuk mementaskan naskah JAS MERAH yang juga disutrdarai langsung oleh Rudolf Puspa. Minggu, 30 November 2014 digelar kegiatan Workshop dan Pementasan Teater keliling.

Workshop dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB dengan materi olah voka,lolah tubuh, olah jiwa dan keaktoran. Workshop ini diikuti oleh dua ratus delapan puluh peserta yang terdiri dari kalangan guru, mahasiswa, pelajar, dan anggota sanggar teater di Provinsi Bengkulu (Kota Bengkulu, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu tengah, kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kepahiang ). Apresiasi yang tinggi juga di berikan oleh Taman budaya Bengkulu yang juga mendukung terselenggaranya acara workshop dan pementasan ini.

(Minggu, 30/11) Pada malam harinya, pukul 19.30 WIB, panitia penyelenggara yaitu Lembaga seni kedai Proses yang juga bekerja sama dengan teater jengkal, membuka pintu masuk gedung teater tertutup taman budaya Bengkulu sebagai tanda pementasan akan segera dimulai. Dan tidak kurang dari empat ratus penonton memenuhi gedung teater, yang terdiri dari mahasiswa- Mahasiswi dan pelajar , serta komunitas sanggar teater di provinsi Bengkulu.

Pukul 20.00 WIB, MC membuka acara sebagai tanda, bahwa pementasan JAS MERAH dimulai. Acara pementasan JAS MERAH, disambut oleh Dedi Suryadi sebagai ketua panitia pementasan, Ref Andras selaku kepala taman Budaya Provinsi Bengkulu, Dolfri Indah Suri perwakilan dari Teater Keliling, dan Edi Ahmad selaku ketua lembaga kesenian Kedai Proses. Juga pemberian cindera mata dari pihak Lembaga kesenian Kedai Proses kepada Teater Keliling dan kepada taman budaya Bengkulu. dan juga pemberian cindera mata berupa buku dari pihak Teater Keliling kepada lembaga kesenian kedai Proses dan dilanjutkan dengan pementasan Teater Keliling dengan naskah JAS MERAH.(Realese)