Gub UNDPKota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, melakukan pertemuan dengan Coutry Director United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Indonesia, Mrs. Beate Trankmann.

UNDP merupakan organisasi terbesar dalam PBB yang berpusat di New York City. Organisasi ini dibiayai donor, yang menyediakan ahli dan penasehat, pelatihan, dan perlengkapan pembangunan untuk negara-negara berkembang dengan menambah pemberian bantuan. Hal ini ditujukan untuk memperlancar pelaksanaan pembangunan di seluruh dunia.

“Ibu direktur sangat berterima kasih atas pertemuan ini dan beliau juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan di Provinsi Bengkulu, terlebih dalam hal pembangunan berkelanjutan serta pelestarian hutan,lingkungan, dan ekosistem,” ujar Junaidi, Kamis (16/05/2015).

Gubernur mengatakan dirinya sudah menyampaikan berbagai permasalahan dan kendala terkait pembangunan di Provinsi Bengkulu. Termasuk masalah investor bidang perkebunan maupun pertambangan yang dinilai belum memberikan dampak maksimal terhadap perekonomian masyarakat di Provinsi Bengkulu.

Tidak hanya itu, Gubernur juga menyampaikan kurangnya perhatian pemerintah dan dunia dalam upaya menjaga 46 persen kawasan hutan yang ada di Provinsi Bengkulu.

“Saya juga sudah sampaikan komitmen kita ke depan untuk mencegah deforestasi guna melestarikan hutan yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang, yang mana kita juga berencana untuk melakukan workshop di Bengkulu terkait deforestasi tersebut yang menghadirkan delapan gubernur yang sudah MoU dengan BP REDD, Menhut, Dubes Norwegia, dan beberapa Dubes lainnya,” katanya.

Junaidi menambahkan dirinya mengundang Mrs. Beate Trankmann untuk berkunjung langsung ke Bengkulu untuk mengetahui lebih dalam realita permasalahan yang terjadi sekaligus membantu Provinsi Bengkulu dalam mengatasi permasalahan pembangunan lainnya, terutama terkait dengan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian alam.

“UNDP juga akan membantu membuat kajian pola pembangunan seperti apa yang sesuai dengan karakteristik dan kondisi Provinsi Bengkulu, serta sudah disepakati akan ada pertemuan lanjutan dan kunjungan dari UNDP ke Provinsi Bengkulu,” demikian Junaidi.(val/kominfonews)

(Baca juga : Terkait Pembangunan Ekonomi Hijau, Gubernur Bengkulu Temui Dubes Norwegia)