Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Rapat Paripurna dalam pembahasan reses Senin (20/04/2015) terkesan alot. Pasalnya, dewan dari berbagai fraksi menilai banyak meminta dana kegiatan tersebut dianggarakan pada perorangan namun dianggarkan perkelompok.

Sehingga pada rapat yang dilakukan secara tertutup tersebut membuat banyak polemik diantara masing-masing dewan. Seperti yang dilontarkan anggota dewan, Heri Irzan, yang menyatakan rapat tersebut berjalan alot karena anggaran tersebut terlalu sedikit sedangkan keputusan tersebut anggaran tersebut diberikan terhadap masing-masing kelompok.

“Belum-belum selesai rapanya tapi agak alot kesannya,” ujar Heri sewaktu keluar dari ruang rapat.

Selain itu,  Ketua Komisi I DPRD Kota, Maghdaliansi, walaupun setuju dengan keputusan tersebut dirinya menganggap masih belum bisa menerima. Sehingga keputusan pada rapat tersebut ia bisa menerima lapang dada karena hal ini diperuntuhkan untuk masyrakat sendiri.

“Secara pribadi saya setuju. Kalau keinginan kita masing-masing rata-rata perorangan tapi terbentur biaya yang sedikit,” ucapnya.

Dikatakannya, para anggota fraksi memilih untuk melakukan reses secara perorangan mengingat karena anggaran yang sedikit tersebutlah yang hanya dianggarkan Rp 4 juta perorangnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bengkulu, Erna Sari Devi, menjelaskan, tidak ada polemik dalam rapat reses tersebut. Hanya saja para dewan meminta untuk melakukan anggaran perorangngan, namun hal ini tak bisa dilakukan karena tidak cukupnya anggaran.

“Sebenarnya tidak alot tapi ada beberapa keinginan didalam tata tertib kita juga bisa dilakukan oleh perorangan tapi juga bisa perdapil. Tapi mengingat anggaran kita perdapil anggaran perdapil kurang lebih Rp 97 juta,” ujar Erna.(dex)