Komisi III

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Musibah kebakaran di SD negeri 34 Kelurahan Kebun Kiwat, Kota Bengkulu beberapa hari yang lalu mencuri perhatian semua pihak. Oleh sebab itu, rombongan komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota bengkulu langsung mendatangi lokasi kejadian, Senin (08/06/2015).

Setelah berkeliling di sejumlah kelas, Ketua Komisi III Mardensi nampak prihatin. Kepada jurnalis, dia menyampaikan bahwa dewan kota khususnya Komisi III akan menyetujui usulan perbaikan pembangunan sekolah pada APBD Perubahan 2015 mendatang.

“Setelah kami sampai ke SD 34 ada 3 ruangan belajar dan ruangan kkg yang terbakar, untuk itu kami dari melihat kondisi sekolah. Kepada pihak Pemkot segera mengusulkan bantuan, sebab ada dana bencana alam yang dapat dimanfaatkan.Pemkot melalui Diknas bisa buat perencanaan kegiatan pembangunan sekolah,secepatnya,” jelas Mardensi.

Dikatakannya, dengan melihat kondisi yang sudah rusak parah, ia meminta agar semua pihak bisa memberikan bantuan kepada SD 34 tersebut.

“Setelah itu jenjang selanjutnya, bisa juga minta bantuan usulan ke Diknas Provinsi, sampaikan secara detil, belum lagi raport ikut terbakar. Nah ini juga ditindaklanjuti, jika ada stok segera berikan ke siswa-siswa,” tambahnya.

Dijelaskan pula, jika pihak Pemkot atau diknas hanya menunggu dianggarkan di APBDP itu bisa menghambat belajar mengajar terhadap siswa. Sehingga perlu ada rasa simpatik dari pemerintah dan pihak yang terkait untuk melakukan pembangunan ulang.

“Ya tentu bisa dilakukan dan diusulkan juga tapi kan ini butuh dibangun secepatnya, saran kami manfaatkan anggaran lain yang ada dulu, anggaran di bencana alam ada. Namun di APBDP tetap diusulkan juga sebab bisa anggarannya dipakai untuk perbaikan atau penyempurnaan, pihak Provinsi juga dimintai bantuan, ini harus secepatnya ditindaklanjuti, kasihan anak anak kita ini, mereka pasti sedih melihat keadaan sekolahnya yang terbakar,” sampainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu Rosmayeti menjelaskan, bahwa begitu tahu ada musibah kebakaran, pihak teknis Dikbud langsung kordinasi ke pihak sekolah mengiventaris apa saja aset yang terbakar.

“Setelah semua sudah diinventaris,kita pasti akan usulkan ke pemerintah kota, propinsi dan pusat,” Kata Rosmayeti.

Dilain sisi Kepsek sekolah SD 34, Asnawati menyampaikan harapan begitu besar dari pihak sekolah yakni pemerintah bisa segera atau secepatnya memperbaiki. Sehingga bisa membangkit semangat belajar mengajar anak didiknya.

“Kerugian diperkirakan sekira Rp 650 juta , kita saat ini fokus ke pendampingan siswa siswa, supaya mental dan psikologis mereka tak terganggu dengan keadaan sekolah yang terbakar. Untuk urusan lain ya kita sudah kordinasi ke aparat soal penyebab kebakaran,” ujar Asnawati.(dex/adv)