Illustrasi nelayan

Illustrasi nelayan

Kaur, kupasbengkulu.com – Akibat gelombang pasang Minggu (28/06/2015) dini hari pukul 02.10 wib, sedikitnya empat perahu nelayan Desa Linau, Kecamatan Maje terseret ombak dan hancur, salah satunya perahu Lancang yang merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) milik kelompok nelayan “Linau Bahari” Desa Linau ikut hancur, sehingga tdak berbentuk lagi.

Dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, serta tidak ada nelayan yang berani melaut. Pasalnya sejak sore angin laut sudah mulai kencang disertai ombak besar, dan mereka baru melaut setelah pagi harinya. Namun hanya sedikit saja dan hanya nelayan yang memiliki diesel atau perahu besar yang berani melaut. Karena takut cuaca buruk kembali terjadi yang bisa membahayakan keselamatan para nelayan.

“Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun perahu dan mesinnya tidak bisa diselamatkan, karena sudah hancur. Kejadian dinihari diperkirakan pukul 02.00 wib,” ungkap Ketua kelompok nelayan “Linau Bahari” Benyzom.

Tidak hanya perahu, air lautpun ikut masuk kehalaman belakang rumah warga bahkan sampai kelantai rumah. Serta air laut sudah masuk ke jalan lintas barat hingga pasir-pasir pantai pun masih berbekas dijalan yang beraspal tersebut.

Kejadian ini dialami bukan hanya sekali, bahkan berkali-kali air laut masuk kejalanan jika terjadi gelombang pasang.

“Sudah beberapa kali, setiap gelombang pasang, air laut pasti sampai ke jalan aspal ini,” tutup Benyzom. (mty)