kupasbengkulu.com – Rematik dalam istilah kedokteran sering disebut Rheumatoid arthritis (RA) sering disangkutpautkan dengan kebiasaan mandi malam. Menurut American College of Rheumatology/European League Againts Rheumatism (ACR/EULAR) tahun 2010, seseorang yang menjadi target pemeriksaan untuk penyakit rematik jika memenuhi kriteria yakni, terdapat pembengkakan pada sendi akibat peradangan,peradangan sendi yang terjadi tidak jelas penyebabnya.

Dalam dunia kedokteran dijelaskan RA merupakan penyakit autoimun. Autoimun artinya penyakit ini disebabkan oleh kesalahan system kekebalan tubuh dalam mendeteksi musuh.

Pada RA, system imun tubuh mengenali cairan sendi atau proses penyembuhan sendi dari serangan infeksi sebagai musuh yang harus dibasmi. Serangan secara berulang oleh tentara tubuh ini menyebabkan peradangan hebat.

Lalu bagaimana dengan asam urat? Asam urat merupakan sisa hasil metabolisme tubuh yang dapat mengendap dipersendian dalam bentuk Kristal natrium urat. Secara alami senyawa ini sudah ada di dalam tubuh manusia. Hanya saja kadarnya dapat meningkat jika kita mengonsumsi makanan yang banyak mengandung purin.

Purin merupakan senyawa kimia yang dalam proses metabolismenya menghasilkan produk sisa, yakni asam urat. Beberapa makanan yang sudah diteliti mengandung purin, antara lain daging merah, ikan jenis tuna, makarel, sarden, udang, kepiting, jeroan, makanan tinggi gula dan ragi.

Jika kadar asam urat yang menumpuk di persendian ini tinggi, akan mengundang proses peradangan dan menimbulkan gejala nyeri, bengkak, dan keterbatasan gerak pada persendian.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan rematik merupakan penyakit autoimun yang dapat disebabkan peradangan pasca infeksi dan peningkatan kadar asam. Apakah mandi menyebabkan infeksi? Atau mandi penyebabkan kadar asam urat meningkat? Jawabannya tidak kan? Lebih tepatnya belum ada penelitian yang tepat membahas itu. Masih takut mandi malam? Lebih menakutkan tidur bersama kuman-kuman yang nempel seharian kan? Pada bacaan lain dapat ditemukan penjelasan penyebab rematik lainnya seperti usia, jenis kelamin, hormon, dan berat badan.(tari)