Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Festival tabut segera berlangsung, perayaan tahunan di Bengkulu ini juga dinanti para pedagang untuk mengadu peruntungan rejeki. Tak ayal kondisi itu bisa saja dimanfaatkan oknum atau mafia lapak untuk meraup keuntungan pula.

Pihak dinas pariwisata mengimbau kepada pedagang yang ingin menyewa lapak untuk hati hati, jangan sampai salah dalam memberikan uang sewa. Sebab untuk tahun 2015 ini, dinas telah bekerja sama dengan CV Wijaya Makmur dalam pengelolahan lapak.

“Jangan salah tempat sewa, nanti belakangan protes pula ke kita, melalui media massa sudah kita umumkan jika ingin sewa lapak langsung menghubungi pihak CV,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bujang HR.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu menjelaskan tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Festival Tabot tahun 2015 akan sedikit berkurang, sebab ditahun ini penyelolahan lapak dibagian dalam view tower langsung diambil alih pemerintah provinsi.

“Kalau dulu kita memang bertanggungjawab atas penjualan di View Tower, tapi kini Dinas Provinsi yang berhak dan saat ini, ditabot tahun ini kita hanya mendapatkan lokasi di luar View Tower,” kata Bujang.

Dikatakannya untuk tenda tersebut akan disediakan oleh pihak ketiga dengan jumlah tenda mencapai 100 tenda. Namun dibandingkan dengan tahun sebelumnya tenda tersebut bisa lebih dua kali lipat.

“Sebenarnya tenda basar nanti berbeda dan harganya juga berbeda, tapi untuk seluruhnya kita rata-rata satu tenda sewanya sebesar Rp 75 ribu,” ujarnya.

Bisa diperhitungkan sendiri, apabila tenda tersebut mencapai 200 buah maka PAD yang dihasilkan mencapai Rp 150 juta selama 10 hari. Sedangkan ditahun ini PAD yang dihasilkan hanya setengah dari sebelumnya.

“Ya pasti menurun karena kita tidak berwenang di View Tower, paling ditahun ini hanya Rp 75 juta PAD yang kita dapatkan,” ucapnya.(dex)