Guru non sertifikasi yang berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Bengkulu, Patriana Sosialinda

Guru non sertifikasi yang berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Bengkulu, Patriana Sosialinda

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Polemik belum diterimanya uang non sertifikasi oleh para guru non sertifikasi akhirnya menemui titik terang. Rencana mogok mengajar yang akan dilakukan oleh para guru non sertifikasi pun akhirnya batal.

Hal ini terjadi setelah Wakil Walikota Ir. Patriana Sosialinda dan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Rosmayetti berdialog langsung kepada perwakilan guru non sertifikasi yang mendatangi Kantor Walikota, Kamis (5/11/2015).

“Kedatangan kami ke sini untuk mencari kejelasan mengenai uang guru non sertifikasi yang belum diterima, karena itu kami menemui Ibu Wawali dan Kadisdikbud,” kata koordinator perwakilan Guru Non Sertifikasi, Ridwan didampingi puluhan guru non sertifikasi saat berdialog dengan Wawali di musholla Kantor Walikota dikutip dari humas Pemkot.

Mendapat pertanyaan itu, Wawali Ir. Patriana Sosialinda menerangkan bahwa pemerintah kota akan bertanggung jawab secara baik dan benar. “Inikan bicara proses, semalam saya sudah memaraf semua kelengkapan administrasi terkait uang non sertifikasi. Ada ribuan lembar yang saya paraf.

Semua yang bertanggung jawab atas hal ini berupaya untuk teliti, agar tidak terjadi kesalahan administratif dalam proses pencairannya nanti,” terang Wawali.

Sementara itu, Plt Kadisdikbud Kota Bengkulu Rosmayetti menerangkan, untuk mekanisme pencairan, semua harus sesuai dengan aturan.

“Kepada guru non sertifikasi harap bersabar. Semua kelengkapan syarat sudah kita lengkapi, kita tinggal menunggu dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) kota. Hak-hak saudara akan kami perjuangkan dan kami bayarkan. Kami akan jamin, jika uangnya sudah cair maka akan segera kami bagikan Jika memungkinkan, November ini dibayarkan,” papar Rosmayetti.

Setelah mendapat kejelasan dari Wawali dan Kadisdikbud, para guru non sertifikasi yang diwakili oleh Ridwan (Guru SMKN 4) merespon positif niat baik Wawali dan Plt. Kadisdikbud yang berupaya menjelaskan dan memberikan solusi terkait uang non sertifikasi yang belum dibayar selama 18 bulan tersebut. Ketika diwawancarai para jurnalis, Ridwan mengatakan rencana mogok mengajar yang akan dilakukan oleh guru non sertifikasi dipastikan batal.

“Setelah mendapatkan kejelasan dari Ibu Wawali dan Plt. Kadisdikbud tadi, kami para guru non sertifikasi tidak jadi mogok. Kami akan tetap berkomitmen untuk mengajar,” ujarnya. (rilis/hms)