kupasbengkulu.com, kepahiang – Persedian bahan bangunan berupa semen di toko-toko bangunan di Kabupaten Kepahiang, mulai sulit ditemui alias langka. Jikapun ada yang masih menyimpan persediaan, dibandrol cukup tinggi hingga Rp 65 ribu per zak.

“Semen sudah sulit ditemui di Kepahiang. Setiap toko bangunan yang saya temui, jawabannya sama yakni lagi kosong. Ada juga hanya sedikit dan sudah dipesan. Harganya naik hingga Rp 65 ribu per zak,” ungkap Rabiul Awal, warga Desa Tebat Monok.

Langkanya semen, tidak hanya disebabkan oleh cuaca yang menyebabkan tersendatnya distribusi semen, melainkan juga banyak diborong oleh kontraktor sejak akhir tahun 2015 lalu.

“Dari yang saya dengar, semen mulai langka sejak akhir tahun lalu. Itu disebabkan oleh cuaca dan banyaknya pembeli yang sebagian besar dari kontraktor,” jelasnya.

Langka dan tingginya harga semen, juga diakui oleh warga Desa Tebat Monok lainnya yang tengah berupaya menuntaskan pembangunan rumah. Akibat langka, proses pembangunan terpaksa ditunda.

“Semen tidak hanya sulit didapatkan di Kepahiang, tapi juga di luar daerah Kepahiang. Apalagi untuk merek yang selama ini laris terjual. Alasannya juga sama, yaitu faktor cuaca dan akhir tahun,” sambung Tanto.(slo)