U

U

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Pelaksanaan program pencampuran biodiesel hingga 20% atau B20 pada tahun 2016 ini diyakini akan menyerap minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/ CPO) hingga 7 juta ton dari daerah. Program B20 pada 2016 juga akan mengurangi ketergantungan impor solar senilai kurang lebih Rp36 triliun (setara 15,5% dari nilai impor solar) per tahun.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan mengatakan pihaknya menyambut baik program tersebut dan berharap program ini segera direalisasikan. Hal ini karena dengan program tersebut diharapkan dapat memperbaiki harga sawit di tingkat petani.

“Dalam pelaksanaan di lapangan penyerapan CPO masih di bawah 10 persen. Kita harapkan dengan program ini petani sawit kita lebih diberdayakan,” ujar Ricky, Kamis (14/01/2016).

Diungkapkan Ricky sejauh ini produksi CPO Provinsi Bengkulu per tahunnya sekitar 1,2 juta ton. Di samping itu harga sawit juga masih sangat fluktuatif, meskipun terlihat mulai bergerak naik di atas Rp 1.000 per kilogram.

“Laporan yang kami terima harga sawit sudah di angka Rp 1.100-1.200 per kilogram. Dengan program B20 otomatis kita tidak mengandalkan ekspor lagi,” ujar dia.

Dia menambahkan selama ini harga sawit sangat dipengaruhi oleh harga pasar dunia, sehingga apabila harga CPO turun, juga berimbas pada harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.

“Kita berharap program B20 ini segera direalisasikan,” tandasnya.(val)