Kupasbengkulu.com, Bengkulu-Kementerian Pariwisata menggelar advokasi tata cara pendaftaran usaha pariwisata 2016 di Kota Bengkulu. Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung, banyak membahas hal urgen tentang kepariwisataan.

Asisten Deputi Industri Pariwisata, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Agus Priyono mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis yang dilakukan, dalam menghadapi persaingan global, dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di awal tahun 2016 ini.

“Kata kunci keberhasilan dalam memenangkan persaingan MEA adalah peningkatan daya saing yang dilaksanakan melalui standarisasi/ sertifikasi usaha pariwisata,” ujar Agus, Kamis (21/01) malam.

Dia mengatakan salah satu persyaratan sertifikasi adalah Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Ini diperlukan dalam rangka penerapan sanksi kepada para pelaku usaha pariwisata yang tidak melaksanakan sertifikasi usaha pariwisata atau tidak sesuai standar.

Kegiatan tersebut menghasilkan komitmen bersama yang ditandatangani kepala PTSP, Kepala Bagian Hukum Pemerintahan Kabupaten/ Kota, serta anggota DPRD Kabupaten/ Kota se Provinsi Bengkulu yang membidangi pariwisata, serta perwakilan Kementerian Pariwisata.

Dalam komitmen itu terungkap lima point yaitu, 1. Melaksanakan Pendaftaran Usaha Pariwisata (TDUP) berdasarkan peraturan Bupati/ Walikota/ Perda. 2. Menyusun Perda tentang TDUP. 3. Memantau pelaksanaan TDUP. 4. Memantau pelaksanaan sertifikasi usaha pariwisata. 5. Melaporkan pelaksanaan TDUP dan sertifikasi usaha pariwisata secara berkala setiap 6 (enam) bulan, yang berlaku secara berjenjang dari Bupati/ Walikota kepada Gubernur, dan Gubernur kepada Menteri Pariwisata.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kepahiang, Ice Rakizah Bando mengungkapkan, selama ini permasalahan pariwisata memang kurang mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga kunjungan wisata sangat kurang. Dirinya berharap dengan adanya TDUP atau sertifikasi standarisasi ini dapat meningkatkan kualitas dan daya saing dari industri pariwisata di Provinsi Bengkulu. “Kita berharap setelah ini ada peningkatan kualitas sehingga kita bisa meningkatkan daya saing terlebih dalam menghadapi MEA ini,” tandasnya. (val)