Andri mengejar takdir

Andri mengejar takdir untuk menjadi seorang polisi.

Bengkiulu, Kupasbengkulu.com– Andri (14) penyemir sepatu mengejar takdir untuk menjadi polisi, merupakan sosok yang tak asing lagi di lingkungan Kantor Diknas Kota Bengkulu.

Sudah empat tahun dirinya menggeluti pekerjaan itu, demi membantu ayahnya yang hanya bekerja merawat kebun kopi milik orang lain. Sementara Si ibu bekerja sebagai buruh tani, itupun dilakoni ibunya bila musim panen tiba.

Anak kedua dari tiga saudara ini begitu bersemangat bekerja. dalam per harinya, Andri rata-rata bisa meraup rezeki senilai Rp20 ribu. Tapi tak jarang ia pulang hanya membawa letihnya saja.

Keesokan harinya, semangat pun tetap tumbuh, mencari para konsumen yang hendak di semir sepatu atau sandalnya, dengan harga Rp3000 rupiah.

Tiap mendapat rezeki selalu dibawa pulang ke rumah.  Apalagi Andri mempunyai seorang kakak yang menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi, dan suatu waktu membutuhkan uang yang tidak sedikit untuk menyelesaikan pendidikannya. Sementara adik kecilnya sangat membutuhkan asupan gizi yang cukup.

Andri yang tampak lugu dengan polos menceritakan cita-citanya, suatu saat nanti ingin menjadi seorang polisi. Ini jugalah yang menjadi penyemangat untuk terus mencari uang, meskipun hanya seorang penyemir sepatu.

Ironisnya, meskipun acapkali menyemir sepatu di kantor Diknas Kota, Andri belum tersentuh kepedulian aparatur setempat, dengan kondisinya yang seharusnya tetap konsen untuk belajar.

hingga kini bantuan atau pun program pendidikan untuk anak tidak mampu belum menjamahnya. Kenyataan itu ditampik, dengan semangat Andri terus perjuangan.(cr6)