Danrem 041 Gamas, Kol. Inf. Ahmad Sudarsono, dan Kapolda Bengkulu Brigjend Pol M Gufron, saat memantau pengamanan di Hotel Santika Bengkulu tempat Presiden Jokowi menginap.(foto : valentina alfarani)

Danrem 041 Gamas, Kol. Inf. Ahmad Sudarsono, dan Kapolda Bengkulu Brigjend Pol M Gufron, saat memantau pengamanan di Hotel Santika Bengkulu tempat Presiden Jokowi menginap.(foto : valentina alfarani)

bengkulu, kupasbengkulu.com – Sekitar 2.000 personil TNI/Polri diturunkan untuk mengamankan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Bengkulu besok (Selasa, 25/11/2014).

Disebutkan Danrem 041 Gamas, Kol. Inf. Ahmad Sudarsono, saat memantau pengamanan di Hotel Santika Bengkulu yang dipersiapkan sebagai tempat menginap Jokowi, baik TNI maupun Polri sejauh ini juga sudah mengantisipasi adanya rencana unjuk rasa yang akan dilakukan oleh mahasiswa Bengkulu, salah satunya terkait kenaikan harga Bahan Bahar Minyak (BBM) yang menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Dari Kapolda pun sepertinya sudah mengambil sikap terkait rencana unjuk rasa, karena dikhawatirkan anarkis dan melawan aparat. Presiden ke sini kan mau membangun, kita sebagai warga negara yang baik seharusnya mendukung dan menyampaikan aspirasi dengan cara yang baik,” kata Ahmad, Senin (24/11/2014).

Dilanjutkan Ahmad, kedatangan Jokowi ke Bengkulu tentunya untuk membangun Bengkulu yang selama ini dianggap sebagai daerah tertinggal dan terisolasi.

“Ambil hikmahnya saja kedatangan Pak Jokowi, jangan sampai nanti beliau malah tidak berkenan kemudian tidak jadi membangun di sini,” katanya.

Tidak hanya itu, untuk membantu pengamanan, pihaknya juga diperkuat dengan satuan-satuan di luar Bengkulu, dengan menurunkan pasukan Kodam II Sriwijaya.

“Kita juga diperkuat dengan satuan-satuan di luar Bengkulu karena kalau cuma dari Bengkulu saja akan kurang, sehingga kita juga dibantu dari Kodam II Sriwijaya,” pungkasnya.(val)