penjual batu akik dari Rupit, Sumsel

penjual batu akik dari Rupit, Sumsel

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Penjualan batu akik raflesia yang menjadi aset serta penghasilan masyarakat Kota Bengkulu, pascalebaran anjlok. Turunnya penjualan batu akik tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti yang disampaikan oleh muslim penjual batu akik yang telah berjualan selama delapan bulan di jalan Mahakam Lingkar Barat kota Bengkulu.

“Penjualan sekarang benar-benar anjlok, dibanding di bulan Ramadhan kemarin, itupun yang membeli batu akik orang-orang dari luar untuk oleh-oleh mudik,” ungkap Muslim.

Muslim menambahkan, turunnya penjualan batu akik tersebut dikarenakan banyaknya penjual batu akik di kota Bengkulu yang menjual batu akik bahan rupit ke luar Kota Bengkulu dengan mengklaim bahwa bahan batu akik rupit adalah batu Raflesia, padahal batu akik rupit kwalitas batunya lebih rendah dibanding batu akik Raflesia. Hingga pembeli dari luar kota Bengkulu beranggapan bahwa batu akik kurang berkwalitas.

“Banyak tersebar bahan batu akik rupit yang hampir mirip dengan batu akik Raflesia, hingga orang luar Bengkulu menyangka bahwa batu akik dari Rupit adalah batu akik Raflesia, padahal kualitasnya sangat jauh berbeda.” kata Muslim.

“Selain itu juga kurang seriusnya pemerintah merespon kekayaan alam Bengkulu contohnya batu akik ini untuk dikembangkan, padahal batu akik dari Bengkulu ini adalah aset daerah,” papar Muslim.

Anjloknya penjualan batu akik tersebut juga dirasakan oleh Azwar Azhari seorang penjual bahan batu akik asli Bengkulu yang berjualan di km 6.5. Ia mengatakan bahwa penjualan batu akik saat ini turun dibanding bulan-bulan sebelumnya.

“Kebanyakan orang dari luar Bengkulu hanya membeli batu akik jadi yang bermotif dan yang benar-benar berkualitas bagus. kalau penjualan bahannya sendiri sudah turun drastis,” aku Azwar Azhari laki-laki yang akrab disapa Ari Bakul tersebut.

Sementara itu baik Muslim dan Ari Bakul sama-sama berharap kepada pemerintah untuk benar-benar menunjukkan keseriusannya memperhatikan aset daerah tersebut.

“Kalau penjualan batu akik ini terus merosot dan anjlok, dan tidak ada perhatian dari pemerintah daerah, diprediksi batu akik asli Bengkulu akan terbengkalai hingga terjadi pengangguran pada pengrajin dan penjual batu akik,” keluh Muslim.(tin)