Pesawat kepresidenan, Sumber nefosnews.com

Pesawat kepresidenan, Sumber nefosnews.com

kupasbengkulu.com – Kamis (10/4/2014) dijadwalkan pesawat kepresidenan jenis 737-800 Boeing Business Jet (BBJ) 2 Green senilai US$ 91,2 juta (Rp 820 miliar) tiba di Indonesia.

Pesawat itu seharusnya dijadwalkan datang akhir 2013. Namun, menurut Julian Aldrin Pasha, juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pengiriman mundur akibat beberapa hal yang masih perlu disesuaikan berkenaan dengan spesifikasi pesawat kepresidenan.

“Ada keperluan di pesawat, saya enggak bilang tertunda, tapi ada hal-hal yang membutuhkan waktu. Memang pesawat ini datang dengan beberapa spesifikasi yang dirancang untuk pesawat presiden. Saya sendiri masih belum tahu detailnya,” kata Julian di kantor presiden, Jakarta, Selasa (8/4/2014) dikutip dari nefosnews.com.

Pesawat berjenis Boeing Bussines Jet 2 Green itu dirakit di pabrik Boeing, di Seattle, Amerika Serikat. Pesawat kepresidenan ini dibeli dengan harga US$ 91,2 juta atau sekitar Rp 820 miliar. Dari total biaya ini, US$ 58,6 juta untuk badan pesawat, US$ 27 juta untuk interior kabin, US$ 4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$ 1,1 juta untuk biaya administrasi.

BBJ 2 Green ini didisain berkonfigurasi mewah guna keperluan VIP dilengkapi kamar tidur utama, toilet dengan shower, ruang konferensi, ruang makan, dan ruang tamu. Pesawat berkecepatan maksimal 871 kilometer per jam ini memiliki jarak tempuh maksimal 10.334 kilometer. Namun jika pesawat ini berisi maksimal 50 orang, maka jarak tempuhnya turun menjadi 8.630 kilometer.

Sementara, Sudi Silalahi, Menteri Sekretaris Negara sekaligus Biro Pers Kepresidenan, mengatakan penyambutan pesawat kepresidenan akan diselenggarakan di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Kamis (10/8/2014), sekitar pukul 10.00 WIB.

Dengan kedatangan pesawat ini, sebelum lengser pada Oktober 2014, Presiden SBY berkesempatan menjajal BBJ 2 Green ini pada awal Mei 2014 dalam penerbangan ke Yangoon menghadiri KTT ASEAN di Myanmar. Selanjutnya, pesawat kepresidenan itu akan kembali disimpan di pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.(kps)