BIIII

BI Diskusi ekonomi bersama wartawan

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Bank Indonesia (BI) terus mendorong agar masyarakat Indonesia mulai menggunakan uang non tunai dalam bertransaksi, termasuk di Provinsi Bengkulu. Disebutkan Deputi Kepala Perwakilan Bidang Ekonomi dan Keuangan BI Bengkulu, Christin RS mengungkapkan, saat ini BI sedang menggalakkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), untuk mengurangi penggunaan uang tunai.

“Banyak sisi positif yang kita dapatkan dalam penggunaan uang non tunai, seperti e-Toll atau e-Money. Pengunaan seperti itu tentunya akan mengurangi biaya ekonomi,” kata Christin, Selasa (02/12/2014).

Contoh konkrit, disebutkan Christin, apabila seseorang membeli barang sengan harga Rp 15. 230, dengan metode tunai, dipastikan akan membayar dengan biaya lebih. Bisa jadi uang tunai yang dibayarkan Rp 15.300. Namun, apabila menggunakan uang non tunai, sebesar apa yang ditransaksikan, sebesar itulah yang akan bayarkan.

“Kita bayangkan berapa efisien yang bisa kita dapatkan jika kita kalikan dengan jumlah masyarakat di Indonesia,” katanya.

ia menambahkan, untuk itulah mulai dari sekarang seluruh pihak harus berkontribusi sebagai langkah membantu perekonomian Provinsi Bengkulu.

“Mulai sari sekarang kita galakkan bersama GNNT ini sehingga kita sendiri juga bisa berkontribusi untuk membantu perekonomian Provinsi Bengkulu,” tutup Christin.(val)