Edo

Oleh: Ridho Apriansyah*

Indusutri yang menggunakan fasilitas digital secara perlahan mematikan bisnis yang sifatnya konvensional. Jika bisnis yang masih menggunakan sistem konvensional dan tanpa menggunakan sistem digital apakah akan mati?

Dari beberapa survei ke perusahaan yang sudah memakai sistem melakukan penjualan secara online mereka berkembang pesat. Salah satunya perusahaan travel Armina Holiday, Biru Komputer, dan penjualan voucher hotel.

Secara perkembangan jaman dari bisnis konvensional menjadi bisnis digital sangat terasa signifikan, tetapi tidak serta merta bisnis secara digital itu bisa berkembang tanpa sistem penjualan yang kreatif dan inovatif.

Sistem penjualan digital juga harus mempunyai trik agar konsumen tertarik untuk membeli barang tersebut. Karena persaingan bisnis sekarang ini sangat ketat dari permainan harga, kualitas, dan sebagainya.

Bukan hanya dari sisi perdagangan, bahkan layanan jasa pada era yang berbasis teknologi sudah menggunakan digital. Contohnya go-jek, siapa yang tidak tahu go-jek? mereka yang ingin order tinggal pesan melalui handphone. Sebegitu mudah dan praktisnya hidup di zaman teknologi.

Inilah tren bisnis dan bisnis tren. Tren ibarat arus besar yang tidak bisa dilawan. Kita tidak bisa pungkiri memang, menurut pelaku bisnis, tren bisnis pada tahun ini tidak akan berubah dan sama pada tren pada tahun 2015 kemarin, dimana bisnis online masih menjadi peluang bisnis yang paling banyak diminati.

Dari beberapa artikel yang saya baca, perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia melesat dalam lima tahun terakhir. Hasil riset yang dilakukan oleh Asosiasi E-commerce Indonesia (Idea), google Indonesia, dan Taylor Nelson Sofres (TNS) memperlihatkan bahwa pada tahun 2013 nila pasar e-commerce Indonesia mencapai US$8 miliar (Rp 94,5 triliun) dan pada tahun 2016 diprediksi naik tiga kali lipat menjadi US$25 ( Rp 295 triliun).

Sangat fantastik pasar di Indonesia. Bagaimana dengan bisnis konvensional? apakah akan tergerus dengan perkembangan jaman yang serba praktis.

*Penulis: Wartawan Ekonomi Bisnis kupasbengkulu.com