Area persawahan berpotensi beralih fungsi

Area persawahan berpotensi beralih fungsi

kupasbengkulu.com, kepahiang – Debit air yang terus menurun dari waktu ke waktu, mengancam usaha pertanian khususnya persawahan di Desa Taba Sating, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang.

Tidak adanya solusi dalam mengatasi sumber air, berpotensi mengakibatkan seratusan hektar sawah di desa ini tidak lagi bisa tergarap bahkan beralih fungsi.

” Persoalan air di desa ini, sudah lama terjadi. Terbatasnya suplai air, diantisipasi dengan menerapkan sistem termin atau secara bergantian. Akan tetapi, debit air kita yang bersumber dari mata air pinggir air kuning 1 (Satu) terus menurun dari waktu ke waktu, sehingga dapat mengancam areal persawahan tidak bisa lagi digarap,” ungkap Kades Taba Sating, Arman Rayadi, Selasa (19/1/2015).

Kondisi yang patut menjadi perhatian banyak pihak tersebut, disebut Arman sudah tidak terpengaruh oleh curah hujan. Mirisnya, solusi dalam mengatasi kekurangan air itu, belum dapat terpecahkan oleh petani atau warga desa setempat.

“Kendala kita ada pada sumber air yang hanya tertumpu pada satu titik. Kalau saja hutan tidak terus dirambah, setidaknya penerapan sistem pengairan dengan termin bisa terus berlangsung. Jika tidak, bukan tidak mungkin area persawahan tidak bisa lagi digarap,” jelas Arman.

Dari total luas area persawahan di Desa Taba Sating, sebagiannya telah melalui masa tanam padi. Sebagiannya lagi atau seluas 30 hektar, memasuki masa
siap panen. ” Pada satu sisi, dalam masa pemupukan. Untuk lainnya, dipanen dalam waktu dekat,” singkat Arman.

Penulis: Yopa Mulya