Elsa harimau sumatera sedang mendapatkan perawatan

kupasbengkulu.com – Elsa, itulah nama yang diberikan pada harimau betina yang ditemukan di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) Kabupaten Kaur pada Rabu, 2/4/2014 lalu. Nama itu baru diberikan hari ini, Jumat (4/4/2014) oleh drh.Erni Suyanti, selaku dokter satwa liar Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu.

Dikatakan Yanti, harimau tersebut ditemukan oleh Tim Tapal Batas HGU dan Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, tepatnya di wilayah perkebunan PT. Dinamika Selaras Jaya Divisi I, Desa Beriang Tinggi, Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur.

“Kami tiba di lokasi Rabu malam (2/4/2014), jadi evakuasi baru bisa dilakukan hari Kamis (3/4/2014). Saat ditemui, pengikat jerat sudah patah dan harimaunya masuk semak belukar. Kaki kanan bagian depannya membusuk, dengan kondisi seperti itu diperkirakan dia sudah terkena jerat semala hari,” kata Yanti.

Elsa yang ditaksir berumur 3 tahun dengan berat 70 kg dan panjang tubuh 1,5 meter itu rencananya akan dioperasi secepatnya. Sebab, jika tidak segera diamputasi, maka akan berdampak pada kematian.

“Jadwal amputasi direncanakan besok atau lusa, karena untuk hari ini tidak mungkin dilakukan karena dia masih dalam pengaruh obat bius. Jadi menunggu Elsa tenang dulu, amputasi memang harus dilakukan, jika tidak dampaknya akan fatal,” terang Yanti.

Sementara, agar tidak stres saat ini Elsa dikarantina di kantor BKSDA Provinsi Bengkulu dengan pemberian makan dan minum secara rutin, termasuk antibiotik.

Disisi lain, Yanti berpendapat lokasi penemuan Elsa merupakan habitat harimau, hal tersebut berdasarkan pengakuan warga sekitar. Ia juga meyakinkan dari jenis sling yang terdapat dijerat harimau yang mengenai Elsa, dipastikan memang khusus untuk harimau.

“Menurut pekerja perkebunan yang bekerja disitu mereka memang beberapa kali melihat sosok harimau, jadi memang disana habitat harimau,” ujarnya.

“Mungkin itulah yang memicu beberapa oknum untuk melakukan pemburuan, karena sling yang kami temukan dijerat harimau itu memang adalah sling untuk harimau. Apalagi di lokasi yang sama juga pernah ditemukan harimau terjerat dalam keadaan mati,” demikian Yanti.(beb)