Sudir penderita kanker, sumber foto/ facebook, arsip pribadi Daspan Hariyadi

Sudir penderita kanker, sumber foto/ facebook, arsip pribadi Daspan Hariyadi

kupasbengkulu.com – Surdin (72) warga Desa Muara Sahung Kecamatan Muara Sahung kabupaten Kaur penderita kanker ganas di dagu yang terbaring sakit sejak enam bulan lalu Selasa (30/09/2014) pukul 13.00 wib menghembuskan nafas terakhir, dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Muara Sahung.

Kabul (17) anak pertama Surdin yang masih duduk dibangku SMA ini mengatakan keluarga terpaksa merelakan kepergian bapaknya yang telah lama menderita sakit parah dan terbaring dirumah, karena terkendala biaya untuk berobat kerumah sakit. Tiga minggu terakhir Surdin tidak bisa makan nasi dan hanya makan bubur yang dibantu dengan selang.

“Kami merelakan kepergian Bapak, meskipun kami sangat menyayanginya. Semoga bapak ditempatkan dengan baik disisi Allah,” tutur Kabul disela isak tangisnya.

Terpisah, saat ditanya kupasbengkulu.com Selasa (30/09/2014) Kepala Dinas Kesehatan h.Herwan,M.Si terkejut mendengar jika ada salah satu warga yang terkena kanker ganas.

“Saya baru tahu saat ini, jika ada warga yang menderita kanker,” jawab Herwan.

Sebelumnya, Enam bulan sudah Surdin (72) warga Desa Muara Sahung Kecamatan Muara penderita kanker ganas di dagu kini terbaring sakit dan tidak mampu berobat dikarena kurangnya biaya. Elwana (60) isteri Surdin, mengatakan jika dengan bantuan pihak keluarga sudah berupaya mengobati suaminya, dan Pernah dirawat di Rumah Sakit M.Yunus Bengkulu.

“Bapak sudah enam bulan sakit kanker ganas didagunya, dan sudah tiga minggu tidak bisa makan nasi lagi,” pungkas Elwana (60), Senin (29/09/2014).

Surdin pernah dirawat dirumah sakit M.Yunus Bengkulu  dengan biaya bantuan keluarga, menurut dokter yang menangai bapak dua anak tersebut harus dirujuk ke Rumah Sakit Palembang. Namun karena kurang biaya, maka Surdin dibawa ke rumah dan pasrah dengan keadaannya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMA dan SMP, saat ini Elwana lah yang menjadi tulang punggung keluarga menjadi buruh tani.(mty)