suasana eks-lokalisasi RT 8

suasana eks-lokalisasi RT 8

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Pemerintah akan menutup semua tempat prostitusi atau lokalisasi di Indonesia. Ditargetkan, 2019, Indonesia bebas lokalisasi.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa menyampaikan, target tersebut serius. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala daerah dan dinas sosial setempat untuk memuluskan rencana tersebut? lalu bagaimana dengan Kota Bengkulu?

Tulisan ini merupakan lanjutan dari “Menyubuk Lokalisasi Prostitusi di Kota Bengkulu”. kupasbengkulu.com menemukan aktifitas prostitusi Jalan Sumber Jaya RT 8 Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu masih berlangsung.

Padahal pemerintah telah menutup lokalisasi tersebut dan menggantikan namanya dengan eks lokalisasi. Faktanya, aktifitas prostitusi tetap saja berlangsung.

Hingga saat ini Andi mengaku belum dapat membaca Al Quran dan Shalat. Memang sudah ada bangunan mushola bernama AT Taubah yang baru dibangun oleh Pemerintah Kota Bengkulu beberapa tahun yang lalu. Diketahui lokasi mushola tersebut tak jauh dari pos portal Andi. Namun menurutnya warga sedikit sekali menggunakan fasilitas mushola tersebut.

“Sedikit banyak yang bisa shalat apalagi membaca al quran. Saya aneh juga, kok pemerintah bisa buat mushola di tempat begini. Walaupun saya tidak mengerti apa apa, tapi aneh kok tempat gini ada bangunan beribadah,” ujar Andi

Tak terasa kopi hangat yang disuguhkan oleh Andi pun habis, badan hangat pun terasa dingin. Waktu pun menunjukan pukul 23.00 WIB. Andi pun merayu kami untuk mencoba masuk ke lokalisasi tersebut. Menurutnya, saat ini jumlah wanita yang menjajakan diri berjumlah kurang lebih sekitar 300 wanita. Dari 300 wanita itu sebagian banyak berasal dari daerah Jawa, Jakarta dan Lampung.

“Mantap bang cewek disini, aman aja service nya mantap. Ada barang baru loh bang,” rayu Andi.

Hentaman musik pun mulai terdengar ditelinga kami. Beberapa wanita berpakain minim dan hiasan wajah yang menor pun merayu kami sambil melambaikan tangan.(bro)