Fidelina penderita gastroschizis

Fidelina penderita gastroschizis

Kepahiang, kupasbengkulu.com – Apa yang dirasakan oleh pasangan suami isteri (Pasutri) asal Desa Ujan Mas, Kasriyadi dan Fitri Sumarni, ketika melihat kondisi buah hatinya, Fidelina lahir jauh dari kesempurnaan. Kebingungan dan kecewa itu sudah jelas, mengingat bayi yang nanti-nantikan, lahir dengan kondisi usus terburai atau disebut dalam bahasa medisnya Gastroschizis.

Kelahiran Fidelina dengan kondisi memperihatinkan, Minggu (22/02/2015) sekitar pukul 20.02 WIB, memang tidak terbayangkan oleh satupun warga terlebih oleh pasutri sendiri. Adanya, hanya gambaran kebahagiaan menyambut suara tangis sang buah hati.

Tetapi, apa yang sudah terjadi, kehadiran sang buah hati dengan kelainan pada organ tubuh, benar-benar menguji kesabaran pasutri. Suasana haru yang menyelimuti keluarga besar Fidelina itu, tepatnya disampaikan oleh salah seorang anggota DPRD Kepahiang, Hamdan Sainusi, Senin (23/02/2015), dimana dirinya terlibat langsung dalam proses pemindahan perawatan atau rujukan Fidelina ke RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

Menurutnya, persalinan Fitri Sumarno yang tangani oleh bidan desa setempat, Riska memang membuat Pasutri dan keluarganya kebingungan. Disamping kebingungan setelah melihat kondisi Fidelina, juga kebingungan mengenai dana perawatan, dimana Fidelina direncanakan untuk di operasi ke RSUD M Hoesein di Palembang (Sumsel).

Beruntungnya, upaya Hamdan dalam melengkapi persyaratan sang ayah Kasriyadi untuk mendapatkan kartu BPJS, seperti Kartu Keluarga (KK) disambut secara oleh pihak terkait.

Sehubungan dengan itu, Hamdan mengharapkan kepada pihak BPJS dapat memberikan kebijakan maupun pelayangan yang terbaik untuk Fidelinan.

“Pihak BPJS sudah kita koordinasikan agar memberikan pelayangan terbaik kepada Fidelina. Harapan kita itu, untuk si bayi yang malang sesuai dengan saran dokter di RSUD Rejang Lebong untuk merujuk Fidelina ke RSUD di Pelambang,” demikian Hamdan.(slo)