illustrasi foto sumber: liputan6

illustrasi foto sumber: liputan6

kupasbengkulu.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pemda Provinsi Bengkulu, Universitas Bengkulu, dan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) melakukan kerjasama penelitian dinamika atmosfer melalui kegiatan pengamatan intensif menggunakan balon cuaca/ rawinsonde, radar cuaca multi parameter FURUNO dan Selex-MPR, serta kapal riset Mirai Jepang di wilayah Bengkulu.

Penelitian ini bertujuan untuk memahami variasi atmosfer dan laut yang mempengaruhi cuaca dan iklim Benua Maritim Indonesia (BMI), khususnya yang terjadi di wilayah Bengkulu seperti pola curah hujan harian, gangguan, gelombang atmosfer yang menyebabkan curah hujan ekstrem, dan berbagai fenomena penting lainnya terkait dengan perubahan iklim regional.

“Pengamatan telah dilakukan dari tanggal 9 November hingga 25 Desember 2015 di BMKG Fatmawati untuk peluncuran balon cuaca yang dilakukan setiap 3 jam dan Mess Pemda untuk lokasi radar cuaca. Kegiatan saat ini merupakan tahapan awal untuk pengamatan lebih intensif pada tahun 2017-2019 di wilayah Bengkulu dan beberapa kota lainnya di Indonesia,” ujar Direktur Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah BPPT, Yudi Anantasena, Rabu (23/03/2016).

Dia mengatakan dalam proses observasi selama 47 hari, hasil sementara ditemui bahwa dalam keadaan normal di laut tingkat panas lebih tinggi dari semestinya. Ada gangguan gelombang atmosfer yang intens, yang mana berpengaruh pada curah hujan ekstrem di Bengkulu.

“Ini baru hasil temuan pertama, ke depan akan dilakukan penelitian lanjutan. Dengan memahami pola iklim dan cuaca yang lebih baik, tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Misal dalam hal transportasi maupun bidang pertanian. Kita bisa menentukan waktu tanam yang lebih akurat. Ini tentunya suatu kemajuan,” ujarnya.

Sementara ditambahkan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Provinsi Bengkulu, Sumardi, kegiatan ini sangat penting bagi Pemerintah Provinsi Bengkulu, karena sesungguhnya perubahan iklim dunia sangat dipengaruhi oleh situasi iklim di Bengkulu.

“Kita harus tahu antisipasi apa yang harus dilakukan masyarakat terhadap cuaca Bengkulu kini dan ke depan. Kita harus support pengembangan penelitian ini,” demikian Sumardi. (val)