Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Kepala Seksi Wilayah 2 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, Darwis Saragih, mengatakan kasus penerkaman oleh harimau di Taman Buru Semidang Bukit Kabu Kabupaten Seluma yang terjadi kemarin merupakan kasus pertama dalam lima tahun terakhir.

“Kalau kita lihat sebenarnya gangguan atau konflik harimau yang terjadi khususnya di Taman Buru Semidang Bukit Kabu sudah berlangsung cukup lama, yang biasanya korban adalah ternak. Dari data lima tahun terakhir, ini baru ada korban manusia. Makanya BKSDA segera melakukan langkah-langkah penanganan di lapangan,” kata Darwis, Senin (23/02/2015).

Darwis menghubungkan kejadian ini dengan yang kasus tahun 1950 silam.Waktu itu daerah Taman Buru Semidang Bukit Kabu merupakan daerah pemukiman. Namun saat itu harimau mengamuk dan menelan korban ratusan jiwa, sehingga warga memutuskan untuk meninggalkan kawasan tersebut.

“Atas kejadian tersebut kita simpulkan bahwa tempat tersebut memang habitat harimau. Pertama kita mengidentivikasi apakah kejadian ini terjadi di dalam atau di luar kawasan Taman Buru. Hasil identivikasi nanti kita ambil langkah penanganan sesuai dengan SOP yang ada,” katanya.

Masih menurut Darwis, pihaknya selalu melakukan antisipasi dan beberapa kali memasang perangkap. Hingga saat ini sudah ada empat harimau yang diamankan, bahkan sudah dilepas di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan juga dikirim ke lembaga konservasi.

Menurut Darwis, kejadian ini juga terkait maraknya pembakaran hutan di sekitar habitat harimau guna membuka lahan baru. Ini fatal dilakukan karena asap dan hawa dari pembakaran dapat membuat harimau mengamuk dan keluar dari sarangnya.

“Yang seperti ini sudah terjadi beberapa kali di Kabupaten Lebong. Saat musim kemarau mulai membakar hutan, sehingga dihimbau kepada masyarakat agar berhati-hati, khususnya di daerah habitat harimau. Kita punya tim rescue sehingga apabila harimau berada di luar kawasan akan segera dilakukan penangkapan atau pengusiran agar kembali ke habitat awal,” demikian Darwis. (val)

(Baca juga : Nyadap Getah Karet, Warga Seluma Tewas diterkam Harimau)