Ketua DPP Partai Perindo, Harry Tanoesoedibjo (HT), melantik pengurus Perindo di Bengkulu

Ketua DPP Partai Perindo, Harry Tanoesoedibjo (HT), melantik pengurus Perindo di Bengkulu

kupasbengkulu.com – Ketua DPP Partai Perindo, Harry Tanoesoedibjo (HT), melantik pengurus Perindo di Bengkulu. Honiarty, yang juga isteri dari Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, dipercaya menjadi ketua DPW, didampingi Medio Sulistyo selaku sekretaris.

Dalam sambutannya, HT menyampaikan Indonesia sebagai negara yang besar namun kecil, kaya tapi kecil. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki segala potensi yang tidak dimiliki negara lain, namun kondisinya tidak semua bisa dimiliki Indonesia.

“Realitanya terjadi kontradiksi, hal-hal yang bertentangan di Indonesia. Sebagai contoh, laut kita paling besar di dunia, tapi garam saja kita masih impor. Sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di Pulau Kalimantan, nyatanya di sana kebutuhan listrik kita masih impor 30 persen dari Malaysia. Begitu juga dengan lahan yang luas dan subur tapi pangan belum terpenuhi swasembada,” ujar HT di Bengkulu, Selasa (11/08/2015).

HT juga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia belum maksimal. Diketahui jumlah penduduk Indonesia nomor empat di dunia. Sayangnya pertumbuhan ekonomi tidak diikuti pemerataan dan lebih bertumpu pada masyarakat ekonomi menengah ke atas.

“Untuk menjadi negara maju diperlukan pendapatan per kapita (per orang per tahun) minimal 12.000 dollar. Indonesia saat ini hanya 3.600 dollar per kapita, sedangkan 70 persen masyarakat kita berada di bawah 1.000 dollar per kapita. Apalagi perekonomian Indonesia telah bergeser dari ekonomi berbasis produksi ke konsumsi,” jelasnya.

Sementara itu Honiarty menambahkan dengan berdirinya Perindo di Bengkulu diharapkan dapat bersaing di kancah perpolitikan Indonesia. Menurutnya, keadaan politik sekarang tidak seperti yang diinginkan. Masyarakat berpendapat bahwa politik hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompok semata sehingga banyak masyarakat mengeluh karena belum disejahterakan oleh pemimpin-pemimpin yang notabene merupakan kader dari partai politik.

“Parpol saat ini sudah dicap dengan citra buruk. Kita berharap dengan partai baru ini dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan Perindo ikut berkontribusi memajukan bangsa ke depannya,” kata Honiarty.

Acara ini pun turut dihadiri Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah. Dalam sambutannya dia menyampaikan saat ini masyarakat sudah cerdas, tidak hanya melihat partai melainkan juga figur dari orang-orang di dalam partai tersebut.

“Mari kita mengisi pembangunan dengan akhlak dan santun, serta tidak saling menjegal. Semoga Perindo menjadi partai yang besar,” harapnya. (val)