Salah satu apartemen di Singapura yang mengunakan nama Bencoolen.

Salah satu apartemen di Singapura yang menggunakan nama Bencoolen.

Bengkulu, kupasbengkulu.com -Tokoh Bengkulu, Ir Achmad Syiafril tetap akan meluruskan sejarah, demi kemajuan Provinsi Bengkulu, khususnya Ibukota provinsi.

Seperti diketahui di Tahun 2008 lalu, mantan Kadis Pariwisata Kota Bengkulu ini sempat mencetuskan perubahan nama Ibukota Bengkulu menjadi Bencoolen. Namun idenya itu pupus, karena tidak mendapat dukungan berbagai pihak.

Syiafril saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Pasar Melintang, Teluk segara, memaparkan berbagai alasan idenya tersebut. Kata “BENC” dalam Bahasa Inggris menurut WEBSTER’S new twentieth century DISCTIONARY unabriged artinya, suatu jalur (Terase) sepanjang garis tepi pantai, atau singkatnya negeri pesisir memanjang.

“OO LEN” (Dibaca oo lent) artinya, ketika 31 Juli 1685 orang Inggris turun pada saat bulan puasa, anak negeri sedang melakukan salat taraweh. Sehingga BENC+OO+LEN dibaca ( Benkuwlen) yang artinya, “ooh! bulan puasa dinegeri pesisir panjang.”

Menunjang Pariwisata
Perubahan ibukota Bengkulu menjadi Bencoolen, Syiafril mengaku tidak punya tendensi pribadi, hanya semata-mata untuk menunjang kepariwisataan Bengkulu itu sendiri, supaya dapat terkenal di luar negeri dan terkoneksi dengan Negara Singapura.

Apalagi pada tahun 1825 jelasnya, Bangsa Inggris di bawah pimpinan Thomas Raffles hijrah ke Singapura. “Di Singapura itu sendiri, ada nama Masjid Bencoolen, Jalan Bencoolen, Hotel Bencoolen serta perkampungan Bencoolen. Sehingga secara sejarah, Bengkulu memiliki ikatan emosional dengan Singapura,” jelas Syiafril.

Walaupun hingga kini perubahan nama ibukota Bengkulu menjadi Bencoolen belum terwujud, namun secara kasat mata itu diakui masyarakat. Kini sudah mulai kata Bencoolen digunakan pihak swasta dalam nama usahanya.

“Seperti Surakarta, salah satu daerah di Jawa Tengah yang oleh masyarakat luas lebih dikenal dengan Solo dari pada Surakarta. Walaupun secara administrasi nama Solo jauh lebih dikenal dari pada Surakarta. Hal ini dapat menunjang pariwisata mereka,” ujarnya (cr3)