Penjabat Gubernur Bengkulu, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan Wakil Rohidin Mersyah

Penjabat Gubernur Bengkulu, Suhajar Diantoro, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti dan Wakil Rohidin Mersyah

 

kupasbengkulu.com – Penjabat Gubernur Bengkulu, Suhajar Diantoro, secara resmi telah menyerahkan pemerintahan Provinsi Bengkulu kepada Gubernur terpilih, Ridwan Mukti.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selama ini. Mudah-mudahan dapat membangun Provinsi Bengkulu dengan lebih baik lagi. Saya undur diri. Kita percaya pak RM dapat membawa kita semua kepada kemajuan,” ujar Suhajar, Senin (15/02/2016).

Suhajar Diantoro dilantik menjadi Penjabat Gubernur Bengkulu sejak 2 Desember 2015 lalu, dan secara resmi mengakhiri jabatannya pada Kamis, 11 Februari 2016.

Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar apa yang telah dilakukan Penjabat Gubernur selama ini senantiasa memberikan manfaat meskipun dalam waktu yang terbilang singkat.

“Meskipun singkat tapi ini memberikan arti dan manfaat yang luar biasa. Pengabdian dan kerja tulus beliau menjadi bagian prestasi tersendiri, semoga mendapat balasan dan pahala berlipat ganda,” katanya.

Tidak hanya itu, gubernur juga meminta kepada seluruh instansi terkait untuk lebih tanggap dalam penanggulangan bencana banjir, angin badai, tanah longsor, serta penyakit DBD, yang terjadi akibat perubahan iklim yang ekstrim.

“Hal-hal yang sifatnya insidentil segera ditanggulangi dengan cepat. Apalagi saat ini sering hujan deras, angin kencang, tiba-tiba panas terik, kemudian longsor, banjir, yang berimbas pada rumah penduduk dan infrastruktur,” himbau RM.

Dia meminta kepada badan penanggulangan bencana dan tim teknis agar dapat mengambil langkah strategis sehingga dapat meminimalisir kerusakan dan korban saat bencana tersebut terjadi.

Kemudian, terkait penanggulangan DBD, RM meminta untuk segera melaksanakan apel siaga oleh satgas anti demam berdarah di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, dan melakukan sosialisasi serta pencegahan agar tidak menimbulkan banyak korban.

“Semuanya harus bahu-membahu, tanpa menunggu petunjuk gubernur dahulu segera ambil langkah. Jangan sampai korban berjatuhan. Begitu juga dengan DBD, jika ada korban segera lakukan tindakan secepatnya untuk menghindari korban jiwa,” tandasnya.

Penulis: Valentina Alfarani