illustrasi kemiskinan di Bengkulu

illustrasi kemiskinan di Bengkulu

kupasbengkulu.com – Seperti diketahui tingkat kemiskinan di Provinsi Bengkulu dalam lima tahun terakhir tidak mengalami penurunan atau tetap berada di angka 17 persen. Bahkan angka tingkat kemiskinan ini sempat mencapai 18,15 persen pada September 2015. Dengan kondisi seperti ini, tidak heran kalau Bengkulu berada di urutan pertama dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Sumatera.

“Peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibanding peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan),” ujar Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Bengkulu, Timbul P. Silitonga, Senin (04/01/2016).

Dia mengatakan komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan. Komoditi tersebut di antaranya beras, rokok kretek filter, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan mie instan. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan di antaranya biaya perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan.

Hal ini pun terlihat seperti di salah satu pasar tradisional di Kota Bengkulu. Diketahui harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti harga cabai yang biasanya pada kisaran Rp 30 ribu naik hingga Rp 80 ribu perkilogramnya. Kondisi ini tentu membuat masyarakat mengeluh.

“Harga terus naik sedangkan kita tetap membutuhkan bahan makanan tersebut. Apalagi seperti saya yang punya usaha makanan, tidak mungkin menaikkan harga karena hanya akan membuat pembeli berkurang,” ujar Hasnah, salah seorang pemilik usaha makanan di Kota Bengkulu.

Dirinya berharap agar harga kembali stabil sehingga tidak meresahkan masyarakat.

Sementara diketahui cabai merah sendiri memberikan sumbangan pada tingkat kemiskinan di perkotaan sebesar 5,02 persen dan 5,44 persen di pedesaan. Beras memberikan sumbangan 16,58 persen di perkotaan dan 32,67 persen di pedesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan sebesar 10,67 persen di perkotaan dan 7,78 persen di pedesaan. Daging ayam ras memberikan sumbangan sebesar 4,93 persen di perkotaan dan 1,95 persen di pedesaan. Telur ayam ras sebesar 3,96 persen di perkotaan dan 3,17 persen di pedesaan. (val)