Razia Gepeng

kota bengkulu, kupasbengkulu.com- Menjelang ulang tahun Kota Bengkulu, Rabu (25/2) pagi Dinas Sosial melakukan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng).

Razia dilakukan bersama Polres Bengkulu ini menyambangi tiga titik yang biasa dijadikan tempat para geladangan dan pengemis beroperasi, yakni di lampu merah Simpang Lima, Simpang Skip dan Sukamerindu.

Ketika sedang melintasi kawasan tersebut, tidak biasanya tidak terlihat satupun Gepeng di Simpang Lima. Selanjutnya disusuri ke Simpang Skip, Polisi kemudian melihat dua pengemis yang berusaha lari, dan berhasil diamankan. Sedangkan temannya mengemis berlari dan sempat melawan petugas.

Setelah diamankan pegawai Dinas Sosial lalu mendata Ibu tersebut, mereka mengatakan sudah mengenal ibu tersebut karena sudah berulang kali ditertibkan. Ibu tersebut bernama Yeti 45 tahun asal Muara Aman, Kabupaten Lebong beralamat di Bumi Ayu dan memiliki 3 orang anak yang masih duduk di bangku SMA, SMP dan SD.

Sejak tahun 2004 Yeti sudah mengemis di lampu merah, dulu ia mengemis ditemani suaminya, sekarang ia ditemani Mak Boy, karena suaminya juga mengemis dengan orang lain.

“Ibu ini adalah orang lama, sudah sering ditertibkan, tapi masih saja kembali mengemis, dulu ibu ini mengemis ditemani suaminya,” kata Kabid Rehabilitasi Sosial, Itra Hasti.

Berbeda dengan Yeti yang tampak lebih tenang ketika menghadapi petugas, temannya justru lari dan meraung-raung melawan petugas. Ketika diajak bicara ibu tersebut berteriak tidak mau disuruh pulang berhenti dari pekerjaan mengemisnya.

“Saya bukan koruptor, kenapa harus ditangkap. Saya hanya mencari nafkah sekarang anak saya sedang sakit,” kata Ibu ini sambil menangis.

setelah cukup tenang, pegawai Dinas Sosial kemudian mendata ibu tersebut, namanya Yuli 42 tahun beralamat di Jalan Beringin.

Yuli mengaku masih terus mengemis demi menghidupi ketiga anaknya karena suaminya sudah tiada. Ia berjanji tidak akan mengemis lagi kalau Dinas sosial memberikannya bantuan usaha berjualan capuccino.

Kadis Sosial Kota Bengkulu, Syarifudin mengatakan, bahwa baru 2 pengemis yang terjaring, dan akan dilanjutkan pada pukul 16.00.WIB.

Bagi pengemis yang terjaring, kata dia, akan dilakukan pembinaan, diberikan pengarahan dan membuat pernyataan yang ditandatangani.

“Mengenai bantuan, pihaknya selama ini sudah memberikan bantuan, bahkan dari dana kementerian juga ada. Namun mereka ini mungkin tidak dapat bantuan karena data mereka tidak ada, tempat tinggal mereka sering berpindah-pindah. Saat ini ada 23 pengemis yang sering ditertibkan,” beber Syarifudin.(cr12)