sidak Anggota DPRD Seluma

sidak Anggota DPRD Seluma

Seluma, kupasbengkulu.com – Banjir Bandang yang terjadi pada Selasa (4/8/2015) mengakibatkan meluapnya sungai Air Simpur di Kecamatan Ulu Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu hal tersebut membuat Jembatan Belly yang dibangun sejak 1992 dengan panjang 50 meter ikut terbawa arus sehingga transportasi menuju 9 desa di daerah itu terputus.

“Desa Air Keruh, Tanjung Agung, Muara Simpur, Pagar Banyu,Giri Mulya, Muara Nibung, Banyu Kencana,Giri Nanto dan Harapan Mulya, ada 9 Desa yang saat ini tidak bisa keluar dari desa mereka,”Kata Warga Tanjung Agung Maulana Rabu (5/8/2015).

Maulana Menjelaskan saat ini warga sembilan desa hanya bisa melintasi jembatan gantung yang kondisinya sudah darurat, untuk menjual hasil pertanian masyarakat didaerah itu terpaksa mengunjal melewati jembatan itu.

“Ada jalan tapi harus memutar kurang lebih 19 Kilo, itupun mobil yang keluar harus dengan dobel gardan,”sampainya.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Seluma Okti Fitriani didampingi Ketua Komisi II Herwan Effendi menjelaskan akan mencari jalan solusi sementara sebelum dianggarankan di APBD Murni.

“Kita akan berupaya membantu masyarakat, hal ini tidak boleh berlarut, jembatan ini harusnya permanen tapi untuk sementara akan ditanggunglangi terlebih dahulu bagai mana caranya harus ada upaya pemerintah daerah,”sampai Okti.

Okti menegaskan bahwa pihaknya telah menghubungi pihak Bulog untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat didaerah itu.

“Saya sudah koordinasikan ke Sekda dan Bupati untuk membantu masyarakat sembilan Desa ini,”Ujarnya.

Data terhimpun saat ini aktifitas masyarakat didaerah itu terhambat dari proses belajar mengajar hingga pada proses penjualan hasil pertanian masyarakat.(cee)