Agustamar saat memperbaiki jaring

Agustamar saat memperbaiki jaring

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Agustamar, nelayan tradisional di Kelurahan Teluk Sepang, Kota Bengkulu, menyebutkan jika harga BBM dinaikkan oleh pemerintah maka kemiskinan akan menerpa para nelayan.

“Saya berharap BBM tak dinaikkan karena akan banyak nelayan tambah susah, dan bisa saja anak-anak kami jadi rampok nantinya, sekarang aja BBM belum naik kami telah sengsara,” kata Agustamar.

Berulangkali ia menasihati anaknya yang baru saja tamat SLTA dan saat ini telah mengikuti jejaknya menjadi nelayan untuk bersabar dan tidak menjadi penjahat seperti perampok jika kondisi ekonomi semakin sulit terutama saat harga BBM dinaikkan oleh pemerintah.

Agustamar merupakan nelayan tradisional memiliki perahu berukuran panjang tujuh meter, lebar 1,6 meter dan hanya mampu menjelajah laut sejauh tiga mil. Setiap berangkat ia harus mengeluarkan tidak kurang Rp 150 ribu.

“Saya pernah berangkat bertiga dengan teman melaut tetapi saat pulang hanya dapat uang Rp25 ribu itu harus dibagi tiga,” kenangnya.

Ia juga mengetahui jika dana subsidi BBM jika dinaikkan akan dialihkan ke pendidikan dan kesehatan namun menurutnya hal tersebut tetap tidak akan membantu dirinya karena menurut dia dengan naiknya BBM harga kebutuhan lainnya akan ikut naik.

“Kenaikan BBM akan banyak membuat nelayan termiskinkan dan sangat berbahaya kalau mereka semua menjadi perampok, bisa kriminalitas tinggi,” ujarnya lugu.(kps)