Kadis DKP menilai, kekacauan di masayarakat nelayan berawal dari ucapan lisan ibu menteri  Susi  yang menunda penghapusan traw.l

Kadis DKP menilai, kekacauan di masayarakat nelayan berawal dari ucapan lisan ibu Menteri KP RI, Susi yang menunda penghapusan trawl

Kupasbengkulu. Com, Bengkulu- Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu, Renaldi, Senin (5/10) tampak berang mengetahui kapal penangkap ikan mengunakan pukat harimau (Trawl) masih beroperasi di perairan laut Bengkulu.

Tentunya ini akan mematikan pendapatan para nelayan tradisional, termasuk merusak biodata laut, bila pukat harimau ini masih tetap diijinkan beroperasi. Hal ini dikatakan Renaldi, usai menemui puluhan  rukun nelayan pesisir  Bengkulu,   menyambangi kantornya.

Diakui Renaldi, kisruh soal kapal pukat harimau ini, akibat statemen Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi yang masih mentolelir pengunaan pukat harimau hingga Desember 2016 mendatang.  Padahal penggunaan pukat itu selama ini  telah  merusak ekosistem dan pupusnya biodata laut, khususnya perairan Bengkulu.

“Tentunya penggunaan pukat itu, kita kembalikan pada masyarakat nelayan. Ternyata sudah dua kali pertemuan, masyarakat nelayan kita menolak keras keberadaan pukat harimau tersebut “, tegasnya nada tinggi.

Renaldi menuding, keresahan itu berawal dari penerapan Kepres 39 tahun 2015. Tetapi ada kebijakan khusus secara lisan ibu menteri, yang menunda penghapusan pukat harimau itu. Para nelayan sudah diberikan sosialisasi oleh dinas terkait, tapi mereka tetap menolak keberadaan  pukat harimau itu.(bb)